Kemag Ingin Kenaikan Anggaran Menjadi Rp 70,5 Triliun
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kemag Ingin Kenaikan Anggaran Menjadi Rp 70,5 Triliun

Kamis, 25 Juni 2020 | 16:05 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Agama (Kemag) mengajukan penambahan anggaran sekitar Rp 3,8 triliun dari total pagu indikatif yang disediakan Kementerian Keuangan. Sehingga total ajuan Kemag adalah sekitar Rp 70,5 triliun untuk dimasukkan ke rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2021. Kementerian itupun berharap DPR bisa menyetujui ajuan anggaran tersebut.

Dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Kamis (25/6/2020), Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan bahwa pagu indikatif yang diberikan Kementerian Keuangan untuk tahun anggaran 2021 adalah sekitar Rp 66,67 triliun, atau naik Rp 1,6 triliun dari anggaran tahun 2020 yang besarnya Rp 65,06 triliun.

"Meskipun demikian, pagu indikatif 2021 belum sepenuhnya mengakomodasi Kementerian Agama," kata Fachrul.

Pagu indikatif itu sendiri akan didanai dari Rupiah murni sebesar Rp 58,8 triliun; penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 1,82 triliun; dari Badan Layanan umum sekitar Rp 2 triliun; dan dari pinjaman luar negeri sebesar Rp 660,36 miliar. Kemudian dari surat berharga syariah negara sebesar Rp 3,34 triliun, dan Rupiah murni pendamping Rp 18,43 miliar.

Pagu indikatif tahun 2021 itu akan digunakan Kemag untuk membiayai program dan kegiatan yang tercakup dalam dua fungsinya. Yakni fungsi agama dan fungsi pendidikan. Fungsi agama mendapatkan pagu indikatif Rp 11,07 triliun, dan fungsi pendidikan sebesar Rp 55,59 triliun.

"Berdasar surat Menteri Agama pada 20 Juni 2020, kami mengajukan usulan penyesuaian dan tambahan anggaran sebesar Rp 3,8 triliun, sehingga anggaran Kementerian Agama akan menjadi Rp 70,51 triliun," kata Fachrul.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Komisi VI Pertanyakan Tunggakan Utang Pemerintah Rp 45 Triliun ke PLN

Utang itu merupakan kompensasi tarif selama dua tahun karena tidak ada kenaikan listrik. Pada 2018 mencapai Rp 23,17 triliun, dan pada 2019 Rp 22,25 triliun.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Survei SMRC: Mayoritas Setuju Kebijakan Transisi Menuju Normal Baru

Sebanyak 80 persen setuju dengan pemerintah yang memulai kebijakan transisi menuju kehidupan normal baru, walaupun kasus penularan Covid-19 belum menurun.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Tjahjo: Penerapan Manajemen Talenta ASN Dinilai Penting

Pemerintah kini harus mengembangkan sistem kerja yang fleksibel. ASN bisa bekerja paruh waktu, pilihan waktu, dan tempat.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Birokrasi Kelas Dunia Sulit Terwujud Tanpa ASN Unggul

"Pada 2024 pemerintah ingin birokrasi kelas dunia, tapi itu tidak akan terwujud kalau ASN tidak unggul, tidak cerdas, punya inovasi, dan lain-lain."

NASIONAL | 25 Juni 2020

Aturan Pelaksanaan Normal Baru Harus Jelas dan Terpadu

"Transisi normal baru saat pandemi, yang terpenting adalah pencegahan Covid-19 yaitu protokol kesehatan harus diperkuat."

NASIONAL | 25 Juni 2020

Jokowi Instruksikan Kepala Daerah Buat Kebijakan Berdasarkan Data Ilmiah dan Pakar

“Jangan kita membuat kebijakan, membuat policy, tanpa melihat data tanpa mendengarkan saran dari para pakar. Ini berbahaya."

NASIONAL | 25 Juni 2020

Tanpa Surat Lolos Sensor, KPI Pertanyakan Alasan Gandeng Netfix

"Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian terkait standar tersebut yaitu sensitivitas terkait isu SARA, muatan kekerasan, dan batasan tampilan seksualitas."

NASIONAL | 25 Juni 2020

Jokowi: Manajemen Krisis Kesehatan dan Ekonomi Harus Seimbang

“Oleh sebab itu, dalam mengelola manajemen krisis ini, rem dan gas ini harus betul-betul seimbang,” kata Jokowi.

NASIONAL | 25 Juni 2020

KPU dan Bawaslu Ajukan Tambahan Anggaran ke DPR

KPU mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 696,6 miliar dan Bawaslu mengajukan perubahan anggaran sebesar Rp 699 miliar.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Kepala BKN: Banyak Pekerjaan Hilang Akibat Pandemi Covid-19

Ke depan diperlukan evaluasi kembali jabatan yang dibutuhkan dan tidak.

NASIONAL | 25 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS