KSP Tegaskan Program Pemulihan Tahan Pelambatan Ekonomi

KSP Tegaskan Program Pemulihan Tahan Pelambatan Ekonomi

Kamis, 2 Juli 2020 | 21:37 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP) Panutan Sakti Sulendra Kusuma mengatakan, program pemulihan ekonomi nasional yang digagas pemerintah diharapkan bisa mengurangi dampak yang diakibatkan pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 menyebabkan pemerintah mengoreksi target pertumbuhan dari sekitar 5,5 persen menjadi 4,2 persen melalui program pemulihan ekonomi nasional,” kata Panutan Sakti Sulendra di kantor KSP, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Kemudian, pemerintah mengalokasikan dana Rp 677 triliun dari APBN untuk pemulihan ekonomi nasional. Panutan Sakti Sulendra mengungkapkan program ekonomi nasional untuk perlindungan sosial mendapat alokasi sekitar 35 persen atau Rp 204 triliun.

Adapun alokasi dana tersebut mencakup beberapa hal. Pertama, perluasan program PKH (Program Keluarga Harapan), dari 9,2 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) menjadi 10 juta dengan nilai Rp37,4 triiyun.

“Kedua, perluasan program kartu sembako dari 15,2 juta KPM menjadi 20 juta, dengan nilai per bulan naik dari Rp 150.000 menjadi Rp 200.000,” terang Panutan Sakti Sukendar.

Ketiga, program bantuan langsung tunai dana desa nilainya Rp 31,8 triliun. Keempat, insentif listrik bebas bayar untuk kelas 450 KVA dan diskon 50 persen untuk kelas 900 KVA dengan nilai Rp 6,9 triliun.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin skenario terberat pemulihan ekonomi terjadi. Dari beberapa skenario yang disusun pemerintah, ada beberapa perhitungan yang dampaknya cukup serius.

Panutan menjelaskan, skenario yang sangat berat itu akan menurunkan pertumbuhan menjadi hanya minus 0,4 persen. Artinya, jumlah orang miskin akan bertambah sebanyak 3,78 juta orang dan pengangguran akan bertambah sebanyak 5,23 juta orang.

Karena itu, lanjut Panutan Sakti Sulendra, KSP bersama kementerian dan lembaga terkait menggodok program pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah menjalankan dua bentuk program, yaitu untuk sisi demand berupa program perlindungan sosial, sedangkan untuk sisi supply berupa program pemulihan ekonomi nasional.

”Strategi dari pelaksanaan program tersebut mengikuti tahapan-tahapan. Jadi bila pandemi Covid-19 ini belum bisa ditangani dengan baik, tahapannya lebih pada perlindungan sosial. Tetapi, kalau misalnya pandemi ini mulai bisa dikendalikan maka tahapannya adalah ke program pemulihan ekonomi nasional,” jelas Panutan Sakti Sulendra.

Lebih lanjut Panutan Sakti Sulendra menerangkan, untuk penanganan Covid-19 ini, pemerintah menerapkan tiga strategi utama. Pertama, penanganan sektor kesehatan. Kedua, perlindungan sosial untuk menahan daya beli masyarakat.

“Program pemulihan ekonomi nasional juga menjadi strategi utama selanjutnya,” ujar Panutan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tiga Tahun Terakhir, 45 Korban Penyiksaan Minta Perlindungan ke LPSK

Dari 45 kasus penyiksaan yang perlindungannya dimohonkan ke LPSK, pelakunya oknum TNI, Polri, dan petugas Pemasyarakatan.

NASIONAL | 2 Juli 2020

Megawati Dorong Produksi Pangan Selain Beras Saat Pandemi

“Kita harus sedia payung sebelum hujan. Kita tak tahu Covid-19 ini berapa lama sementara harga bahan pangan bisa semakin mahal. Perlu makanan pendamping beras."

NASIONAL | 2 Juli 2020

Bawaslu Minta ASN Bijak Gunakan Medsos Saat Pilkada

"Mengupload atau mengunduh di media sosial kegiatan kampanye pasangan calon atau memberikan simbol like sebagai bagian dari bentuk dari dukungan."

NASIONAL | 2 Juli 2020

Mendagri Tawarkan Empat Strategi Antisipasi Kebakaran Hutan

"Kita dorong desa-desa itu untuk memanfaatkan dana desanya dalam bentuk membuat desa mandiri bebas Karhutla."

NASIONAL | 2 Juli 2020

Dua Prajurit TNI AD Terlibat Kasus Penusukan Serda Saputra

"Perannya kedua ini memberikan, meminjamkan senjata api kepada tersangka. Jadi senjata api yang digunakan oleh tersangka (Letda RW) itu dipinjam dari Sertu H."

NASIONAL | 2 Juli 2020

Djoko Tjandra Masuk Indonesia Tak Terdeteksi, Imigrasi Diadukan ke Ombudsman

Djoko Tjandra telah memiliki kewarganegaraan Indonesia dengan mengubah nama Joko Soegiarto Tjandra melalui proses pengadilan.

NASIONAL | 2 Juli 2020

LSI Denny JA: Saat Masyarakat Terpuruk, Segera Cari Solusi dan Proaktif Beri Berita Gembira

"Tularkan harapan, tentu yang berdasarkan hasil riset. Spirit ini yang berharga untuk terus ditumbuhkan.”

NASIONAL | 2 Juli 2020

PDI Perjuangan: Covid-19 Masalah Bersama

Covid-19 harus diatasi bersama semua warga negara.

NASIONAL | 2 Juli 2020

PDIP: Covid-19 Masalah Bersama, Kami Pasang Badan untuk Pemerintahan Jokowi

“PDI Perjuangan menilai bahwa Presiden Jokowi telah bekerja keras dan terus berjuang membantu rakyat agar Indonesia secepatnya bisa mengatasi dampak Covid-19."

NASIONAL | 2 Juli 2020

KA Siliwangi Sukabumi-Cianjur Beroperasi Mulai Besok

KA lokal Siliwangi relasi Sukabumi-Cianjur mulai kembali dioperasikan Jumat, 3 Juli 2020.

NASIONAL | 2 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS