Bareskrim Diminta Usut Aktor Intelektual Hoax Rush Money
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Bareskrim Diminta Usut Aktor Intelektual Hoax Rush Money

Senin, 6 Juli 2020 | 20:14 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Bareskrim Mabes Polri diminta mengungkap aktor intelektual kasus penyebaran informasi palsu soal penarikan uang simpanan besar-besaran di sejumlah bank. Penyidik telah menetapkan dan menahan dua orang tersangka dalam kasus itu yakni AY dan IS.

“Harus diusut aktor intelektualnya atau pihak yang menyuruh pelaku melakukan perbuatan itu,” kata pakar hukum pidana dari Univesritas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad di Jakarta, Senin (6/7/2020).

Ia mengatakan, perkara kasus itu bukan perkara kecil karena berdampak pada perbankan dan perekonomian.

Karena itu, penyidik sudah seharusnya membuat perkara tersebut terang benderang, sehingga dapat terungkap motivasi dan mengungkap siapa pihak yang diduga ikut terlibat.

Dia juga menyarankan penyidik tidak percaya begitu saja alasan yang disampaikan dua orang tersangka.

“Enggak boleh berhenti di situ, karena secara hukum adanya pengakuan tidak menghentikan proses pembuktian berikutnya," tegasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap penyebar kabar bohong rush money di sejumlah bank. Ada dua pelaku yang diciduk yakni berinisial AY dan IS.

AY ditangkap di Jakarta dan IS di Malang. Bank yang menjadi sasaran para pelaku itu yakni Bank Bukopin, Bank BTN, dan Bank Mayapada.

Pelaku bernisial AY dalam akun media sosial Twitter @Achmadyani.ay70 menulis: "Yg punya simpenan di Bukopin, BTN, Mayapada buruan ambil (klo bisa semuanya)..!!!! Daripada amsyong....”.

Lalu, pelaku berinisial IS, diduga telah menyebarkan kabar bohong berupa video berisi pernyataan bahwa Bank Bukopin tidak memiliki uang tunai untuk mencairkan tabungan nasabahnya.

Akibat perbuatannya, AY ditahan dengan disangka melanggar Pasal 14 Ayat (1) dan atau Ayat (2) dan/atau Pasal 15 UU 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Sedangkan tersangka IS dijerat Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) UU 11 Tahun 2008 sebagai Pasal 14 Ayat (1) dan/atau (2) dan/atau Pasal 15 UU 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 Ayat (1) dan/atau (2) dan/atau Pasal 15 UU 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kunjungi Petani Tangsel, Ria Dahlia: Pertanian Lahan Terbatas Sektor Strategis Hadapi Pandemi

"Ada yang pemilik lahan yang menggunakan sistem gratis, tapi ada pula yang bagi hasil," kata Pak Sana dalam pertemuan itu.

NASIONAL | 6 Juli 2020

PPTJDI Usulkan Motor sebagai Angkutan Umum

Legalisasi motor sebagai angkutan komersial penumpang atau barang dalam perubahan UU Nomor 22/2009 dinilai sangat penting.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Polri Tetapkan 73 Orang dan 2 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla

Bareskrim Polri mencatat selama periode 1 Januari sampai 5 Juli 2020 terdapat 68 laporan terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

NASIONAL | 6 Juli 2020

Fadel Sebut Daya Tahan Jadi Kunci Utama Adaptasi Normal Baru

Menurut Fadel, saat ini seharusnya pemerintah dan lembaga keuangan terkait bisa mendorong agar dana murah bisa disediakan.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Satelit BMKG Pantau Ada 9 Titik Panas di Bengkulu

Titik panas tersebut diduga bukan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), tapi titik api akibat warga membakar lahan untuk membuka kebun baru.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Insiden Penembakan Dua Petani di Poso, Ini Penjelasan Polri

Dua petani Poso yakni Syarifuddin (37) dan Firman (18) ditembak saat sedang berada di kebunnya di wilayah pegunungan Gayatri, desa Maranda.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Ini Terobosan Pos Indonesia untuk Percepat Penyaluran BST

Salah satu terobosan oleh Pos Indonesia adalah mengantarkan langsung BST ke rumah KPM bagi mereka yang sakit maupun lansia.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Jimly: Substansi RUU HIP Bukan Haluan tetapi Implementasi Pancasila

Mantan ketua MK Jimly Asshiddiqie menjadi satu dari pakar dari eksternal yang diundang Komite I DPD soal RUU HIP.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Merapi Aktif Lagi, Ganjar Minta Digelar Simulasi Penanganan Pengungsi

Menurut Ganjar, simulasi yang juga penting digelar adalah penanganan pengungsi jika Gunung Merapi erupsi.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Juknis dan Juklak Permenkes Masalah Gizi Anak Harus Segera Dibuat

Menteri Kesehatan kabinet periode pertama Jokowi, Nila Moeloek, sudah menyiapkan kebijakan Peraturan Menteri Kesehatan No 29/2019.

NASIONAL | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS