Denny JA Kisahkan Jejak Perubahan Kultur Politik Indonesia

Denny JA Kisahkan Jejak Perubahan Kultur Politik Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2020 | 19:36 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jakarta, Beritasatu.com – Konsultan politik Denny JA mengisahkan perubahan besar pada kultur politik Indonesia dalam buku terbarunya, Membangun Legacy: 10 P dalam Marketing Politik, Teori dan Praktik.

Denny JA mengisahkan, pada waktunya, Maret 2005 akan dikenang sebagai revolusi diam-diam dalam politik pemilu Indonesia.

“Saat itulah periode berakhirnya politik tradisional dan lahirnya politik modern yang mengawinkan politik praktis dengan ilmu pengetahuan,” ujar Denny JA dalam keterangan tertulisnya kepada SP, Kamis (13/8/2020).

Menurut Denny, sebelum Maret 2005, partai politik memenangkan pertarungan dalam pemilu dan pilkada berdasarkan insting dan pengalaman. Tapi, sejak Maret 2005, ujar Denny, partai politik menggunakan data, riset, lembaga survei, dan konsultan politik untuk bertarung dalam pemilu atau pilkada.

Dikatakan, LSI Denny JA dan Partai Golkar yang memulai tradisi itu. Yaitu tradisi digunakannya lembaga survei untuk menjaring kandidat. Denny JA mengisahkan momen itu dalam salah satu bab buku terbarunya yang terbit tahun ini.

Ia menulis berdasarkan pengalamannya, ikut memenangkan SBY sebagai presiden di tahun 2004, dan Partai Golkar juara kembali di tahun 2004. Ia melobi Partai Golkar di tahun 2005, maka politik pemilu pun berubah.

Ditambahkan, untuk pertama kalinya di tahun 2005 itu partai politik menandatangani kerja sama dengan lembaga survei dan konsultan politik. Lingkaran Survei Indonesia/LSI Denny JA menjaring 200 calon kepala daerah untuk menghadapi pilkada langsung pertama di Indonesia.

Ia mengisahkan, Golkar saat itu diwakili Andi Matalata dan disaksikan Ruly Chairul Azwar. Denny mewakili LSI Denny JA.
Selanjutnya, kata Denny, tradisi partai politik menggunakan lembaga survei dominan hingga hari ini. Kultur politik Indonesia pun berubah dengan lahirnya para profesional di bidang pemasaran politik.

LSI Denny JA mencatat, tahun ini merupakan kiprah 17 tahun Denny JA menjadi praktisi konsultan politik dan lembaga survei. Ia mendapat penghargaan dari Majalah TIME dan memecahkan rekor dunia World Guiness Book of Record dan penghargaan dari Twitter Inc. Denny JA juga ikut memenangkan pemilu presiden langsung (empat kali berturut-turut), 33 Gubernur, dan 95 bupati/walikota. Selain itu, menorehkan beberapa rekor MURI terkait hitung cepat.

Melalui buku itu, Denny JA menyumbangkan teori baru dalam marketing politik, yang dirumuskan dalam 10 P yang terdiri atas Pro Innovation, Public Opinion, Polling, Product, Positioning, Profiling, Pull Marketing, Push Marketing, Post-Election, dan Political Legacy.

Denny pun membukukan pengalamannya dalam bentuk renungan teori marketing politik. Menurut dia, seorang pemimpin tak cukup hanya menang pemilu dan menjadi pejabat. Ia harus pula membuat legacy, menyumbangkan “batu bata” bagi dinding pertumbuhan masyarakatnya.

Ia mengaku ingin ikut membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada seluas mungkin ke publik. Buku hasil renungannya itu akan dibagikan gratis dalam bentuk digital. “Saya menulis sebagai bagian dari derma,” ujar Denny.



Sumber:PR/Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KPK Tahan Eks Bupati Bogor Rahmat Yasin

Eks Bupati Bogor Rahmat Yasin ditahan usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan pemotongan uang dan penerimaan gratifikasi.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Jumlah Dokter Meninggal Akibat Covid-19 di Sumut Bertambah

Terakhir, dokter yang menjadi korban akibat penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 ini adalah Sabar Tuah Barus.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Lindungi Anak dari Stunting Jadi Kunci Bangsa yang Berdaya Saing

Pada anak, kondisi stunting akan menyebabkan perkembangan yang terlambat, fungsi kognitif yang menurun, serta kegagalan sistem imun.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Kepala BP2MI: ASN Harus Setia Terhadap Pancasila dan UUD 1945

Benny Rhamdani menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) harus setia dan memegang teguh ideologi Pancasila dan UUD 1945.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Dijanjikan Anaknya Lolos Taruna Akpol, Polisi Tertipu Rp 1,3 Miliar

Aiptu Putu dijanjikan oleh pelaku IR bisa meloloskan anaknya masuk Taruna Akpol asal menyerahkan Rp 1 miliar.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Pemerintah Telah Bayarkan Rp 843 Miliar Insentif Tenaga Kesehatan

Hingga 11 Agustus 2020 pemerintah telah membayarkan lebih dari Rp 843 miliar untuk insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Masih Terkendala, Ini Solusi Doktor Andriani

Perlu dikembangkan mekanisme pendanaan pengadaan tanah yang ditanggung sepenuhnya oleh badan usaha dalam skema KPBU.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Jarang Terbang, Pilot Maskapai Penerbangan Ini Terpaksa Jualan Mie Ayam

Megah mengaku sangat terbantu dari sisi ekonomi meski pekerjaan barunya menjual mie ayam itu sangat jauh berbeda dengan pekerjaannya sebagai seorang pilot.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Arief Poyuono: IDI Harus Bisa Buktikan Bukan ‘Kacung WHO’

Dengan melaporkan ke polisi bisa diartikan bahwa IDI memang tidak mampu membuktikan bahwa kritik itu salah.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Bupati Manggarai Diminta Tidak Lindungi Terduga Koruptor

Bupati Manggarai, NTT, Deno Kamelus diminta tidak melindung terduga mantan Kepala Desa Goloworok, Fransiskus Darius Syukur.

NASIONAL | 13 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS