Pandemi Covid-19 Menguji Kesabaran
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Pandemi Covid-19 Menguji Kesabaran

Opini: Zikraini Alrah
Penulis adalah mahasiswi akidah dan filsafat Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selasa, 19 Mei 2020 | 00:00 WIB

Ramadhan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Berbeda bukan berarti menghilangkan esensi dari Ramadan itu sendiri. Berbeda, karena umat Islam seluruh dunia pada saat ini sedang dihadapkan dengan pandemi Covid-19.

Umat Islam pada bulan Ramadan biasanya bersukacita dengan beribadah di masjid, tetapi saat ini umat Islam dipaksa untuk melaksanakan salat di rumah masing-masing demi mencegah penularan virus corona. Umat Islam saat ini tengah diuji oleh Allah Swt. Bersamaan dengan ujian ini, kita yakin dengan janji Allah yang sesuai dengan firman-Nya Surat Al-Baqarah 286 yang artinya,"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Ayat tersebut menyampaikan kepada kita bahwa Allah tidak akan membebani hambanya di luar kesanggupannya dan itu janji Allah. Oleh karena itu, pandemi masih berada dalam kesanggupan kita dan kita berikhtiar serta bersabar dalam menghadapi pandemi ini.

Sabar dalam menghadapi pandemi saat ini adalah sebuah muhasabah diri untuk mengingat bahwa kita manusia hanyalah makhluk biasa yang banyak memiliki kekurangan. Sabar sendiri terbagi menjadi tiga macam. Pertama, sabar dalam ketaatan kepada Allah. Kedua, sabar dalam menjauhi kemaksiatan, dan ketiga, sabar dalam menghadapi takdir Allah.

Dalam menghadapi pandemi, kita tergolong pada sabar dalam menghadapi takdir Allah. Takdir adalah ketetapan Allah yang disesuaikan dengan ukurannya. Manusia memiliki ruang untuk menyesuaikan ukuran-ukuran atas takdir yang akan menimpanya. Jika kita menjalankan imbauan pemerintah, bermakna kita sedang menetapkan takdir kita agar tidak tertular dan menularkan virus corona terhadap diri dan orang lain dan itu sesuai dengan ukurannya.

Cobaan dan musibah merupakan ujian yang dari Allah. Allah tidak semata menguji kita manusia biasa, para nabi dan rasul juga pernah diuji oleh Allah. Ujian tersebut juga tidak ada kaitannya dengan Allah membenci atau menyayangi kita, melainkan karena sunatullah yang telah ditetapkan oleh Allah. Untuk itu, bagaimana sikap kita dalam menghadapi ujian menjadi penting. Sabar merupakan akhlak Islam dalam menghadapi ujian dan musibah yang juga dipraktikkan oleh para nabi dan rasul.

Salah satu keutamaan sabar dalam Islam adalah sabar itu merupakan bagian dari iman. Kesabaran sangat erat berhubungan dengan keimanan dan amal saleh seseorang. Sabar dan keimanan bisa diibaratkan dengan kepala dan badan. Kepala merupakan bagian terpenting yang dimiliki oleh tubuh, begitu juga dengan keimanan dan kesabaran. Maka, tak artinya keimanan seseorang tanpa ada kesabaran dalam dirinya.

Allah berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 46 yang artinya: dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Dari ayat di atas dapat kita simpulkan, ketika kita memilih untuk tidak bersabar, berarti kita sama saja melepaskan kebersamaan dengan Allah. Bisa jadi dengan kesabaran kita, maka Allah akan mengangkat derajat kita.

Oleh sebab itu, mari kita bersama-sama bersabar terhadap segala ujian yang terjadi, khususnya dalam menghadapi virus corona, sembari berikhtiar dengan menjalankan imbauan pemerintah dan intelektual yang terkait di bidangnya.
Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang yang bersabar dalam menghadapi ujian. Amin.


BAGIKAN






TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS