Bank Syariah Bukopin Targetkan Penurunan NPF
Rabu, 13 Maret 2013 | 17:06 WIBJakarta - Rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) PT Bank Syariah Bukopin mencapai 4% pada Desember 2012 (BSB). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata NPF industri perbankan syariah pada Desember 2012, yaitu 2,26%.
Direktur Utama BSB Riyanto mengatakan, tingginya NPF tersebut banyak disumbang oleh perusahaan telekomunikasi.
"Setengah dari NPF yang 4% tersebut, disumbang oleh pembiayaan dari perusahaan telekomunikasi,"ungkap Riyanto usai acara Peluncuran Tabungan iB Siaga Berhadiah di Kantor BSB, Rabu (13/3).
Riyanto menjelaskan, persaingan pada perusahaan telekomunikasi sangat ketat, sedangkan investasi yang dibutuhkan di industri tersebut sangat besar.
Hal itu mengakibatkan, perusahaan yang sudah terlanjur berinvestasi pada teknologi lama tidak dapat bersiang. Akibatnya, perusahaan tersebut harus menunggak pembayaran utangnya pada bank.
Kendati demikian, perseroan akan terus merecovery pembiayaan bermasalah dan terus meningkatkan kualitas pembiayaan baru. Sampai akhir 2013, Riyanto menargetkan NPF tersebut bisa terus menurun di bawah 4%.
Sampai akhir 2012, pembiayaan BSB mencapai Rp 2,6 triliun. Nilai tersebut ditargetkan bisa meningkat 30-40% pada akhir 2013.
Riyanto menjelaskan, pada tahun ini, BSB akan meningkatkan portofolio pembiayaan pada sektor perdagangan, kesehatan dan pendidikan. Sementara pembiayaan pada sektor telekomunikasi hanya berkontribusi 10%.
"Kami akan bersikap lebih prudent dalam menyalurkan pembiayaan pada tahun ini,"ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




