ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Medco Energi Cetak Laba Bersih Kuartal I US$ 82 Juta

Selasa, 23 Mei 2023 | 12:19 WIB
M
FB
Penulis: Muawwan | Editor: FMB
Pengunjung melintas di depan logo IDX di Main Hall, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Pengunjung melintas di depan logo IDX di Main Hall, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (B Universe Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 82 juta atau setara dengan Rp 1,2 triliun pada kuartal I-2023. Meski mengalami penurunan sekitar 8,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 90 juta atau setara dengan Rp 1,3 triliun, perseroan berhasil meningkatkan EBITDA sebesar 4,2% dari US$ 313 juta atau Rp 4,6 triliun pada kuartal I-2022 menjadi US$ 327 juta atau Rp 4,8 triliun pada kuartal I tahun ini.

Roberto Lorato, CEO Medco Energi, menyatakan bahwa laba bersih dan EBITDA perseroan pada kuartal I-2023 mencerminkan peningkatan produksi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sekaligus mengimbangi penurunan harga minyak dibandingkan dengan tahun 2022.

Harga rata-rata minyak selama kuartal I-2023 adalah US$ 77,1/bbl, sedangkan harga penjualan rata-rata gas adalah US$ 7,4/mmbtu. MEDC menghabiskan sekitar US$ 58 juta untuk belanja modal, yang sebagian besar digunakan untuk menyelesaikan pengembangan gas di Natuna serta pengembangan minyak dan gas baru di Corridor dan IPP Geothermal Ijen.

ADVERTISEMENT

Hilmi Panigoro, Direktur Utama Medco Energi, memberikan apresiasi terhadap kinerja positif perseroan pada kuartal pertama 2023. Ia juga menyampaikan rekomendasi dividen final tahun 2022 pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) akhir Mei mendatang.

Pada kuartal I-2023, kas dan setara kas MEDC tercatat sebesar US$ 683 juta dengan utang bersih sebesar US$ 2,4 miliar. Rasio utang bersih terhadap EBITDA membaik menjadi 1,7x. Biaya produksi minyak dan gas menurun menjadi US$ 6,2 per boe dari US$ 7,6 per boe pada kuartal I-2022 berkat sinergi dan biaya yang lebih rendah di Corridor. MEDC berencana melunasi utang akuisisi Corridor sebesar US$ 850 juta sesuai jadwal pada pertengahan 2024. Hingga kuartal I-2023, MEDC telah membayar US$ 472 juta dari total utang sebesar US$ 3,1 miliar.

Dari segi operasional, MEDC berhasil memproduksi minyak dan gas sebanyak 165 mboepd pada kuartal I-2023, tumbuh 30% dibandingkan tahun sebelumnya dengan panduan produksi tahun ini sebesar 160 mboped. Anak usaha MEDC di bidang pembangkit listrik, PT Medco Power Indonesia, mencatatkan penjualan ketenagalistrikan sebesar 1.053 GWh pada kuartal I-2023, meningkat 26% dibandingkan tahun sebelumnya. Medco Power juga telah mengambil keputusan final untuk mengembangkan fasilitas geothermal 34 MW Fase 1 di Ijen, Jawa Timur, yang diharapkan beroperasi pada tahun 2024.

Medco Energi juga menjalin kerja sama dengan beberapa Original Equipment Manufacturer (OEM) dalam pengembangan energi terbarukan dan peluang rantai pasok antara Indonesia dan Singapura. Anak usaha lainnya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), mencatatkan produksi tembaga sebesar 91 MIbs dan emas sebesar 159 Koz pada kuartal I-2023. Produksi fase 7 juga meningkat, seiring dengan kenaikan harga tembaga sebesar 11% menjadi US$ 5,0/Ibs.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon