OJK Akan Temui PAI Bahas Kekurangan Aktuaris
Senin, 22 April 2013 | 17:15 WIB
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan bertemu dengan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) guna membahas kesiapan aktuaris memenuhi kebutuhan industri jasa keuangan.
Pertemuan tersebut dijadwalkan dalam waktu dekat.
"Minggu depan kemungkinan akan ketemu," jelas Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Dumoly F. Pardede saat ditemui usai acara Sosialisasi Sistem Fidusia Online di Hotel JW Marriot, Senin (22/4).
Dumoly mengatakan, OJK ingin mendengar langsung dari industri mengenai jumlah aktuaris saat ini, termasuk membahas solusi jika terjadi kekurangan.
Jika PAI tidak bisa memenuhi kebutuhan aktuaris di industri jasa keuangan Indonesia, Dumoly mengatakan, pihaknya akan merundingkan opsi-opsi yang bersifat toleransi kepada industri.
Namun, Dumoly tidak menegaskan salah satu opsi tersebut adalah penggunaan tenaga aktuaris asing. Menurutnya, penggunaan tenaga asing masih sebatas diperbolehkan untuk tenaga konsultan. Namun untuk penggunaan aktuaris, belum diperbolehkan di Indonesia.
"Saya juga akan tanya ke PAI, kalau sekedar konsultan masih bisa, namun jika sudah beropini, itu tidak boleh,"tegasnya.
Ketua PAI Budi Tampubolon sebelumnya mengatakan, jumlah aktuaris di Indonesia saat ini belum ideal jika dibandingkan kebutuhan industri jasa keuangan. Dia mencontohkan di industri asuransi, pada tahun 2016 dibutuhkan sekurangnya 600 tenaga aktuaris, namun jumlah yang dimiliki baru 178 orang.
Padahal setiap tahunnya, industri asuransi selalu bertumbuh di atas 30 persen. Menurut dia, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 53/2012 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan, maka perusahaan asuransi umum diwajibkan memiliki tenaga aktuaris.
"Asuransi umum atau asuransi kerugian setidak-tidaknya harus punya satu tenaga aktuaris, sedangkan jumlahnya itu ada 90 perusahaan. Sementara itu, perusahaan asuransi jiwa berjumlah 46 dan sudah menyedot dua per tiga aktuaris indonesia karena dibanyak tempat ada 7 hingga 10 ahli aktuaria di satu perusahaan," ujarnya.
Karena itu, PAI terus berupaya untuk mempromosikan dan mencetak tenaga-tenaga aktuaris baru untuk kebutuhan industri asuransi serta menjaga kemampuan mereka mengikuti perkembangan isu-isu terkini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




