Kuartal III, kontraksi Jepang lebih dalam
Jumat, 9 September 2011 | 10:00 WIBKorporat belum mampu melakukan ekspansi.
Pemerintah Jepang memproyeksi, produk domestik bruto [PDB] pada kuartal III-2011 akan lebih rendah dibanding PDB pada kuartal II-2011 yang tercatat mengalami kontraksi 0,3 persen.
Penyebabnya, dampak gempa dan tsunami telah memangkas belanja modal [capital expenditure/capex] perusahaan-perusahan besar di negara itu.
Sidang kabinet Jepang seperti dikutip AFP menyatakan, perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar terpaksa menunda aksi korporasinya mengingat alokasi investasi mereka terpakai untuk pemulihan usaha. "Itu akibat gempa yang memporakporandakan kawasan itu pada 11 Maret silam," kata sumber tersebut.
Secara kuartalan, PDB Jepang sudah mengalami kontraksi dalam tiga kuartal terakhir, dimana pada kuartal II-2011 tercatat minus 0,3 persen dari kuartal sebelumnya. Sedangkan secara tahunan, PDB Jepang pada kuartal II-2011 tercatat kontraksi 1 persen dari kuarrtal yang sama tahun 2010.
Pertumbuhan ekonomi Jepang berbeda dengan negara Asia lainnya yang secara umum masih mencatat pertumbuhan positif hingga sekarang. Hal itu menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jepang tumbuh melambat.
Gempa dan tsunami enam bulan lalu itu telah menyebabkan 20.000 orang meninggal dan hilang, dan krisis pembangkit listrik tenaga nuklir [PLTN] menyusul rusaknya pembangkit di Fukushima.Kerusakan ini memaksa perusahaan-perusahaan menutup pabrik mereka, memperlemah produksi dan ekspor.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




