Dirut Merpati: Saya Belum Dengar Penjualan Merpati
Kamis, 11 Juli 2013 | 20:34 WIB
Jakarta - Kabar maskapai milik pemerintah, PT Merpati Nusantara (Persero) yang dikabarkan akan dijual, ternyata belum sampai ke telinga sang Direktur Utama Rudy Setyopurnomo.
"Belum dengar dan belum dikasih tahu terkait rencana penjualan Merpati, tetapi kalau memang dijual, tidak apa-apa saya kan profesional dan Merpati bukan punya saya ini," kata Rudy kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (11/7).
Bahkan, Rudy mengatakan ada cara lain yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan keuangan Merpati yakni kalau seluruh BUMN untuk angkutan pegawainya mondar-mandir di Indonesia dengan menggunakan Merpati atau Garuda.
Selain itu solusi lainnya adalah angkutan cargo BUMN menggunakan Merpati atau Garuda maka kedua maskapai pelat merah tersebut tidak perlu susah-susah mencari dana.
"Ada ratusan BUMN dan setiap BUMN ada ribuan pegawainya, jadi jutaan itu jika mereka menggunakan Merpati atau Garuda. Kalau itu bersinergi dilakukan, maka tidak usah bingung-bingung lagi. Tapi itu yang namanya policy (kebijakan)," lanjut Rudy.
Rudy meyakini dengan dijual artinya ada orang yang membeli maka akan ada uang masuk, kalau ada uang masuk berarti bisa berkembang dan kalau bisa berkembang Merpati bisa bagus.
Tentu, lanjut Rudy, Merpati tidak mungkin dijual 100% karena DPR pasti tidak akan mau dan tidak setuju. Kemungkinan yang dijual 30% hingga 35%, maksimal. Dan, langkah seperti ini cukup bagus.
Untuk menjual, ditambahkan Rudy, ada banyak cara seperti yang dilakukan Garuda baik melalui IPO atau dijual kepada private placement, langkah tersebut baik karena akan mengembangkan Merpati. "Saya kerja baik saja biar yang beli nanti bisa pakai saya lagi," imbuhnya.
Yang pasti, lanjut Rudy, langkah yang tepat adalah seperti yang dilakukan Garuda yang dulu utangnya Rp 16 triliun.
"Tetapi jangan disuntik-suntik lagi melainkan deng debt equity swap, utang dijadikan saham, jangan kasih-kasih uang lagi lah," ujarnya.
Menurut Rudy, pernyataan Dahlan, tentang penjualan tersebut cukup logis, dan yang pasti menurut Rudy, Dahlan tidak setuju kalau Merpati minta triliunan lagi dan dirinya juga tidak setuju.
"Disuntik gak setuju karena cengeng, dikit-dikit minta disuntik, minta uang, kerja santai-santai, nyuri-nyuri, minta uang lagi. Gak setuju saya, gak mandiri. Demi Allah saya belum dengar terkait ini," kata Rudy.
Sebelumnya, Merpati mengatakan akan melakukan debt equity swap (konversi utang menjadi saham) terhadap utangnya yang bernilai Rp 6 triliun. Nantinya akan diswap menjadi saham milik pemerintah, yang otomatis sahamnya bertambah banyak. Langkah tersebut dikatakan Rudy sudah dijalankan cuma belum selesai.
Untuk Debt Equity Swap, lanjut Rudy, Dahlan setuju 1000%, dan setelah sehat baru dijual 30%. Untuk suntik dana, merupakan usulan dari PPA yang tidak disetujui Dahlan.
Sekarang, lanjut Rudy, dirinya hanya meminta Rp 200 miliar yang tahun lalu akan diberikan kepada Merpati yang setelahnya akan dilakukan debt equity swap. Karena uang sekitar Rp 200 miliar akan digunakan untuk menggantikan pesawat tua yang tidak efisien.
"Kalau tidak dikasih juga ada cara lain yang tadi saya katakan. Saya gak suka skenario cengeng," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




