Pertumbuhan KPR BCA Bakal Melambat ke 25-30%
Senin, 15 Juli 2013 | 21:54 WIB
Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkirakan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) tidak akan setinggi dua tahun belakangan ini, karena hanya sekitar 25-30 persen.
Hal itu terutama karena kondisi makroekonomi yang tengah bergejolak serta dampak pengetatan aturan rasio kredit terhadap nilai agunan (loan to value/LTV) yang akan diterapkan pada September 2013.
"Tahun lalu, pertumbuhan KPR BCA sekitar 50 persen, tahun 2011 bahkan sampai 75 persen. Tahun ini kemungkinan hanya 25-30 persen paling maksimal," ungkap Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja kepada wartawan dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Senin (25/7).
Jahja mengatakan, kondisi inflasi yang tinggi serta tingkat suku bunga yang mencari ekuilibrium (keseimbangan) baru, menjadi faktor utama perlambatan pertumbuhan KPR. Dia melihat, aturan LTV yang diperketat juga bertujuan baik dalam rangka meningkatkan kehati-hatian. Apalagi, saat ini rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) industri perbankan sudah mencapai 85 persen.
BCA juga berencana menaikkan suku bunga KPR dan kredit kendaraan bermotor (KKB) per Agustus 2013 sebesar 1 persen, namun kredit lainnya sudah lebih dulu naik dengan besaran yang sama.
Jahja mengatakan, kenaikan itu terjadi merata di semua sektor. Kenaikan bunga deposito BCA juga telah mendahului kenaikan bunga kredit, yang pada awal Mei 2013 telah meningkat dari rata-rata 3,75 persen menjadi 5,5 persen.
"Target pertumbuhan kredit kami tahun ini hanya sekitar 18-20 persen, ini karena inflasi akan naik tinggi juga," jelas Jahja.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




