ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bupati Dorong Jalur Ganda Kereta Api Tembus Banyuwangi

Rabu, 27 Agustus 2014 | 12:32 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER

Jakarta - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mendorong pembangunan jalur ganda (double track) kereta api sampai Banyuwangi, dan tidak berhenti pada jalur Jakarta-Surabaya semata. Pembangunan jalur ganda sampai Banyuwangi, bakal mendorong pemerataan pertumbuhan hingga kawasan timur Jawa.

"Keberadaan jalur ganda hingga ke timur Jawa, akan menciptakan sentra pertumbuhan baru. Selama ini kan, pertumbuhan masih banyak bertumpu di barat Jawa. Kalau di Jawa Timur, pertumbuhan masih tersentral di Surabaya dan sekitarnya," ujar Anas saat diskusi terkait jalur ganda yang digelar Kementerian Perhubungan dan Rajawali Foundation, Rabu (27/08). Diskusi ini berlangsung di dalam kereta api dari Jakarta sampai Semarang.

Hadir dalam diskusi tersebut, Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, ekonom Tony Prasetiantono, dan sejumlah kepala daerah.

Anas memaparkan, jalur ganda sampai Banyuwangi sangat mendesak (urgent) untuk menggerakkan ekonomi di wilayah timur Jawa atau yang biasa disebut sebagai kawasan Tapal Kuda.

ADVERTISEMENT

Apalagi, kata dia, jumlah penduduk wilayah Tapal Kuda mencapai 9,006 juta jiwa atau sekitar 24 persen dari total penduduk Jatim. Total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten/kota yang terletak di Tapal Kuda sebesar Rp 155,32 triliun atau sekitar 16 persen dari total PDRB Jatim.

Terlebih, di kawasan timur juga sudah berdiri kawasan industri PIER di Pasuruan dan sedang dalam proses pembangunan, Banyuwangi Wongsorejo Industrial Estate di Banyuwangi. Diperkirakan, sekitar 30 persen teus kontainer yang ada di Jawa Timur (Jatim) tiap tahunnya berasal dari wilayah Tapal Kuda.

"Jika ada jalur ganda, sistem logistik dari timur Jawa ini bisa dikatakan beres. Double track nantinya harus menghubungkan dua sentra industri baru di kawasan timur, yaitu kawasan industri PIER di Pasuruan dan Wongsorejo di Banyuwangi," jelas alumnus program Transforming Leader di Harvard Kennedy School of Government ini.

Keberadaan jalur ganda sampai Banyuwangi, lanjut Anas, bisa memfasilitasi industri-industri yang ada di wilayah timur Jawa, termasuk industri berbasis pertanian, untuk mengirim hasil produksinya melalui pelabuhan yang ada di wilayah timur seperti Pelabuhan Probolinggo atau Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi. Hal ini untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Gresik yang sudah kewalahan dan menimbulkan ekonomi biaya tinggi (high cost economy).

Selama ini, kata Anas, aktivitas muat barang dari Jatim yang akan dikirim ke luar provinsi terpusat di Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Gresik hingga sekitar Rp 60 triliun per tahun atau 83,68 persen dari total aktivitas muat di Jatim.

Aktivitas bongkar dari luar provinsi yang masuk ke Jatim juga terpusat melalui Pelabuhan Gresik dan Tanjung Perak Surabaya hingga mencapai senilai Rp 111,76 triliun per tahun atau 82,41 persen dari total nilai aktivitas bongkar di Jatim.

"Ini harus dipecah, karena pelabuhan di wilayah timur sebenarnya cukup memadai, seperti Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, yang kedalamannya sudah 14 low water spring (LWS) sehingga bisa disandari kapal besar. Kalau ada double track, industri di sepanjang Tapal Kuda bisa murah, saat kirim barang lewat Pelabuhan Tanjung Wangi di Banyuwangi atau juga lewat Pelabuhan Probolinggo," jelas Anas.

Selain industri, pengembangan jalur ganda hingga Banyuwangi juga akan memacu kinerja sektor pariwisata. "Jalur ganda meningkatkan aksesibilitas destinasi wisata yang ada di timur Jawa. Saat ini, angkutan penumpang masih didominasi transportasi jalan raya hingga 85%, kereta api baru sekitar 6,3%, sisanya transportasi laut dan udara. Jadi kalau ada jalur ganda kereta bisa lebih mudah, penumpang termasuk wisatawan tidak hanya menumpuk di jalan raya," tambah Anas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon