Citi Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen pada 2026 Memungkinkan
Rabu, 20 Agustus 2025 | 13:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Target pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5,4% pada 2026, disebut masih realistis. Adapun, angka tersebut merupakan asumsi yang tercatat pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Chief Economist Citi Indonesia Helmi Arman mengungkapkan, hal tersebut masih memungkinkan lantaran terdapat efek perbandingan dari basis pertumbuhan yang rendah pada 2025.
"Saya rasa cukup memungkinkan mencapai angka 5,4%, karena tahun depan kita jangan lupa ada efek tahun dasar yang rendah," ungkap Helmi dalam acara konferensi pers Citi Indonesia di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (19/8/2025)
Selain itu, lanjut Helmi, ia berharap pada 2026, belanja pemerintah akan kembali normal setelah sempat mengalami kendala di awal 2025. Dengan membaiknya belanja negara, pertumbuhan ekonomi pada tahun depan diperkirakan akan semakin kuat.
Selain itu, APBN 2026 diharapkan dapat memberikan stimulus fiskal yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara, untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan mencapai kisaran angka 5% pada 2025. Angka tersebut tidak jauh dari target yang ditetapkan pemerintah yakni dikisaran 5,2% berdasarkan asumsi ekonomi pada buku Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Helmi Arman mengungkapkan, salah satu yang menjadi kunci dalam kinerja perekonomian domestik adalah sektor hilirisasi sumber daya unggulan di Tanah Air. Sebelumnya, Citi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal melambat ke level 4,7% pada akhir 2025.
Ia menjelaskan, sektor pertanian secara mengejutkan turut memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I dan II 2025.
Diketahui, sektor pertanian serta kehutanan mencatat pertumbuhan tahunan yang cukup tinggi, hal ini dikarenakan adanya panen raya padi dan jagung.
Selain itu, Bulog juga berhasil menyerap 1,3 juta ton beras pada April 2025. Tentu adanya hal tersebut menunjukkan efektivitas intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Serta, pertanian turut menunjukkan kinerja kuat dalam penyerapan tenaga kerja.
Sebagai informasi, sebelumnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 sebesar 4,87% secara year on year (yoy). Namun secara mengejutkan, pada kuartal selanjutnya kinerja ekonomi melesat ke angka 5,12%.
"Kita miss (prediksi meleset) kemarin itu adalah pertumbuhan pertama output di sektor hilirisasi yang memang datanya itu kita enggak punya dan kemudian juga kita terlalu rendah memproyeksikan output di sektor pertanian," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




