ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemtan Targetkan 1.000 Sentra Peternakan Rakyat

Rabu, 29 Juli 2015 | 21:21 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Warga mencari pakan ternak dengan latar belakang aktivitas Gunung Raung di area perkebunan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 23 Juli 2015
Warga mencari pakan ternak dengan latar belakang aktivitas Gunung Raung di area perkebunan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 23 Juli 2015 (Antara/Budi Candra Setya)

Surabaya - Kementerian Pertanian (Kemtan) menargetkan 1.000 Sentra Peternakan Rakyat (SPR) hingga tahun 2017 guna meningkatkan produksi daging dan susu nasional pada masa mendatang.

"Keyakinan kami itu seiring rendahnya populasi sapi potong dan sapi perah di Indonesia," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Muladno, di Surabaya, Rabu (29/7).

Sampai sekarang, ungkap dia, telah berdiri sebanyak 10 SPR. Keberadaan sentra itu menyebar di berbagi daerah secara nasional. Misalnya ada tiga sentra di Bojonegoro dan Pulau Sapudi (Madura) sebanyak dua sentra.

"Kemudian di Banyuasin, Musi Banyuasin Sumatera, Kabupaten OKI (Ogan Komering Ilir) di Sumatera Selatan, Sumbawa dan Kalimantan Selatan masing-masing sebanyak satu sentra," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Walau demikian, jelas dia, 10 sentra tersebut sudah beroperasi dengan baik. Berikutnya, pada tahun 2015 diharapkan ada pengembangan sebanyak 210 sentra.

"Lalu, pada tahun 2017 meningkat menjadi 1.000 sentra dan mendatang bisa bertambah setidaknya mencapai 3.000 sentra," katanya.

Mengenai investasi pendirian sentra, katanya, besarannya tidak memerlukan dana yang besar. Penyebabnya, sentra tersebut merupakan pengembangan yang sudah ada.

"Namun, baik tempat maupun hewan ternak sudah ada. Tapi apa yang mereka butuhkan itu akan kami siapkan dan dikelola secara bersama," katanya.

Ia menyebutkan, pengembangan sentra itu berperan penting dalam mendongkrak kuantitas ternak. Oleh sebab itu, pihaknya menyiapkan pelatihan bagi para peternak.

"Anggaran yang disiapkan untuk pengembangan SPR itu mencapai Rp 3 triliun. Dengan begitu, kami minta agar peternak terkait, salah satunya yang bergerak di bidang persusuan bisa menanggapinya," katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Usaha Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jatim, Sulistyanto, mengemukakan, hingga sekarang jumlah sapi perah di Jatim sebanyak 180 ribu ekor. Besaran itu memang cukup untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan susu di Jatim.

"Kini produksi susu sapi peternak tercatat 900-1.000 ton per hari sedangkan kebutuhan industri sebesar 1.600 ton per hari," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon