NTB Siap Penuhi Kebutuhan Garam Nasional
Selasa, 1 September 2015 | 23:04 WIB
Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat siap menjadi penyangga produksi garam untuk kebutuhan nasional karena memiliki potensi lahan pertanian garam yang relatif luas dan tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara (NTB), Aminollah, di Mataram, Selasa (1/9), menyebutkan potensi luas areal lahan pertanian garam di daerahnya mencapai lebih dari 9.000 hektare, namun yang sudah dimanfaatkan baru sekitar 2.000 hektare yang tersebar di enam kabupaten/kota.
"NTB siap jadi penyangga kebutuhan garam nasional, asalkan nantinya impor garam tidak ada lagi," katanya.
Menurut dia, produksi garam di di daerahnya terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2013, produksi garam mencapai 78.107 ton, kemudian pada 2014 naik menjadi 169 ribu ton.
Pihaknya juga optimis produksi garam pada 2015 akan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, seiring perhatian pemerintah pusat yang menunjuk NTB sebagai penyangga kebutuhan garam nasional.
Untuk mencapai target sebagai penyangga kebutuhan garam nasional, lanjut Aminollah, pihaknya akan memperjuangkan dan meminta pihak Kementerian Perikanan dan Kelautan agar memberikan perhatian khusus terhadap petani garam yang ada di daerahnya.
Selain itu, meminta pemerintah pusat untuk menghentikan impor garam pada 2016. Dengan demikian, petani garam di NTB memiliki semangat untuk produksi garam sebanyak-banyaknya untuk menyuplai kebutuhan nasional.
"Awal September ini akan ada pertemuan untuk Indonesia Timur di Surabaya, terkait masalah garam. Di pertemuan itu, saya akan bicara ke pemerintah pusat agar mengurangi impor garam, bahkan kalau bisa hentikan," ucapnya.
Menurut Aminollah, jika melihat potensi luas areal lahan garam di daerahnya, sangat memungkinkan untuk bisa menjadi penyangga kebutuhan garam nasional.
Saat ini saja, di Kabupaten Sumbawa jumlah total areal lahan pertanian garam mencapai 3.555 hektare, namun yang bisa dimanfaatkan baru 101,93 hektar. Artinya masih banyak areal lahan yang potensial untuk pertanian garam ini.
Begitu juga di Kabupaten Bima, yang merupakan daerah yang memiliki produksi garam terbesar di NTB.
Pada 2014, Kabupaten Bima berhasil memproduksi garam sebanyak 126 ribu ton, disusul Lombok Timur 22 ribu ton, Sumbawa 4 ribu ton, dan Kota Bima 3 ribu ton.
"Jika nantinya NTB menjadi penyangga kebutuhan garam nasional, maka akan berampak besar terhadap motivasi petani garam," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




