November 2015, Laba Bank Umum Turun 7,23%
Rabu, 13 Januari 2016 | 14:57 WIBJakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba seluruh bank umum pada November 2015 tercatat turun 7,23% (yoy) menjadi Rp 96 triliun. Hingga akhir tahun lalu, laba seluruh perbankan diproyeksi lebih rendah dibandingkan 2014 lalu.
Berdasarkan statistik perbankan Indonesia yang baru dirilis OJK, pada November 2015, penurunan laba bank sudah membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang menurun 7,98% (yoy). Hingga November 2015, pendapatan bunga seluruh bank umum mencatatkan pertumbuhan sebesar 14,08% (yoy) menjadi Rp 588,83 triliun. Sedangkan beban bunga meningkat 16,25% (yoy) menjadi Rp 309,54 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih seluruh bank umum masih tumbuh sekitar 11,76% (yoy) menjadi Rp 279,29 triliun.
Hingga akhir November 2015, penyaluran kredit bank umum tercatat sebesar Rp 3.950,61 triliun atau tumbuh 9,84% (yoy), melambat dibanding bulan sebelumnya yang masih tumbuh 10,27% (yoy). Dibandingkan posisi akhir tahun lalu, kredit hingga November 2015 tercatat tumbuh 7,52% (ytd).
Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 7,7% (yoy) pada November 2015 menjadi Rp 4.367,02 triliun, melambat dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang tumbuh 8,95% (yoy).
Adapun berdasarkan kelompok pemiliknya, hingga November 2015 hanya kelompok bank persero yang masih mencatatkan pertumbuhan. Laba bank-bank BUMN tersebut tercatat tumbuh 5,72% (yoy) menjadi Rp 49,74 triliun lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,27% (yoy). Penurunan terbesar dialami oleh kelompok bank campuran yang mencatatkan penurunan laba pada November 2015 sebesar 57,72% (yoy) menjadi Rp 1,69 triliun dari sebelumnya Rp 4 triliun.
Sementara itu, laba bank asing turun 30,2% (yoy) menjadi Rp 5,51 triliun, laba bank umum swasta nasional (BUSN) devisa turun 9,32% (yoy) menjadi Rp 27,77 triliun, dan laba BUSN non devisa turun 6,74% (yoy) menjadi Rp 1,99 triliun. Sedangkan laba kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) turun 1,16% (yoy) menjadi Rp 9,26 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




