Industri Farmasi Minta Akses Investor Dipermudah
Jumat, 22 Januari 2016 | 18:45 WIB
Jakarta - Direktur Pengembangan Bisnis Kalbe Farma, Sie Johan, mengatakan, meskipun Indonesia dalam jangka panjang berusaha untuk membangun industri farmasi lokal, tetapi rencana tersebut sulit terwujud bahkan dalam lima tahun mendatang karena kurangnya investor.
Menurutnya, pengembangan industri farmasi yang mengagas kemandirian dalam penyediaan bahan baku obat akan terwujud dengan kolaborasi farmasi baik dengan investor swasta nasional maupun investor asing.
"Pemerintah hendaknya membuat peraturan yang tidak memberatkan investor," ujarnya. "Agar terjadi transfer teknologi, sehingga, dalam waktu dekat Indonesia sanggup memproduksi sendiri obat-obatannya," ujarnya
Selain itu, menurut Johan, Indonesia memiliki market yang menjadi daya tarik utama Indonesia.
Peraturan pemerintah tersebut menurut Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia, Dorojatun Sanusi, akan menjadi bukti keseriusan dan komitmen pemerintah
"Tentunya dengan bantuan finansial dan kemudahan perizinan," ujarnya.
Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Dimyati mendukung usulan pelaku usaha untuk mempermudah perusahaan farmasi menggandeng investor.
"Hal ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi rendahnya anggaran untuk farmasi di Indonesia. Supaya Indonesia tak hanya menjadi pasar, tetapi juga berperan aktif," kata Dimyati.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




