ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Produk Olahan Dominasi Ekspor Perikanan

Senin, 29 Agustus 2016 | 08:47 WIB
DS
B
Penulis: Damiana Ningsih Simanjuntak | Editor: B1
Ilustrasi ikan segar dan hasil laut lainnya.
Ilustrasi ikan segar dan hasil laut lainnya. (Antara)

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa ekspor perikanan nasional sepanjang Januari-Juni 2016 lebih dari separuhnya berupa produk olahan. Pada periode tersebut, ekspor perikanan mencapai 552.653 ton atau naik 7,34% dari periode sama 2015 yang hanya 514.863 ton. Secara nilai, ekspor perikanan pada semester I-2016 tersebut setara dengan US$ 2,09 miliar, atau meningkat 4,28% dari periode sama 2015 sebesar US$ 2,01 miliar.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo mengatakan, produk olahan berkontribusi lebih dari 50% terhadap ekspor produk kelautan dan perikanan nasional. Hingga akhir tahun ini, nilai ekspor kelautan dan perikanan nasional ditargetkan melonjak menjadi US$ 5,36 miliar dibandingkan 2015 yang sebesar US$ 3,48 miliar. "Kontribusi produk olahan terhadap total ekspor lebih dari 50%," kata Nilanto di Jakarta, kemarin.

KKP juga mencatat, volume ekspor perikanan ke Amerika Serikat (AS) tumbuh 15,56% menjadi 94.397 ton pada semester I-2016. Kinerja ekspor ke Tiongkok pada periode sama juga tercatat naik 14,02% menjadi 133.903 ton. Demikian halnya ekspor ke negara-negara Asean dan Uni Eropa. Pertumbuhan volume ekspor ke negara-negara tersebut juga diiringi dengan lonjakan secara nilai. Namun berbeda dengan ekspor perikanan Indonesia ke Jepang yang meningkat 7,04% secara volume menjadi 54.834 ton pada Januari-Juni 2016, secara nilai ekspor ke negara tersebut justru turun 4,05%.

Secara terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Pengelolaan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Thomas Darmawan mengatakan, pertumbuhan ekspor menunjukkan dampak penertiban (pemberantasan praktik illegal, unreported, and unregulated/IUU fishing) selama 2015. "Kalau dibandingkan 2015, ekspor mungkin lebih baik, karena saat itu kapal mandek operasi," ujar Thomas melalui pesan singkatnya.

ADVERTISEMENT




Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon