ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ASEAN Harus Lebih Inklusif

Rabu, 10 Mei 2017 | 19:59 WIB
IS
B
Penulis: Iwan Subarkah | Editor: B1
Diskusi panel Open Forum on Asean, bagian dari World Economic Forum (WEF) on Asean 2017, digelar di Institute Technology of Cambodia, di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (10/5).
Diskusi panel Open Forum on Asean, bagian dari World Economic Forum (WEF) on Asean 2017, digelar di Institute Technology of Cambodia, di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (10/5). (Investor Daily/Iwan Subarkah)

Phnom Penh – Group Chief Executive Officer (CEO) AirAsia Tony Fernandes berharap masyarakat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN lebih inklusif dan bisa mengenal satu sama lain lebih baik. Hal ini, kata dia, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Mimpi saya adalah agar masyarakat ASEAN bisa lebih inklusif dan bisa saling kenal lebih baik lagi. Kondisi damai di ASEAN selama ini harus menjadi pendorong untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua. Dengan penduduk hampir 700 juta juga harus menjadi kekuatan ekonomi yang bisa menyaingi India serta Tiongkok," tutur Fernandes, dalam diskusi panel "Open Forum on ASEAN", di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (10/5).

Diskusi panel tersebut mengawali gelaran World Economic Forum on ASEAN 2017, yang dijadwalkan berlangsung dua hari, 11-12 Januari 2017 di Kamboja.

Fernandes menggambarkan, dirinya membangun AirAsia hanya dua pesawat. Selama 15 tahun, maskapainya kini sudah melayani sekira 200 juta penumpang per tahun dengan sekitar 60% destinasinya ke kota-kota di ASEAN.

ADVERTISEMENT

Dengan nada becanda, Fernandes juga mengatakan mimpinya sederhana, bagaimana semua orang terang bersama AirAsia.

"Saat saya memulai 15 tahun lalu dengan dua pesawat adalah karena didorong mimpi. Tapi, mimpi adalah tentang bagaimana mewujudkannya. Bila tidak, tidak ada artinya," tambah dia.

Justin Wood, kepala strategi regional WEF untuk Asia Pasifik, seperti dilansir Jakarta Globe pekan ini mengatakan, pertumbuhan ekonomi sangat penting untuk meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan. Memasuki usianya yang ke-50 tahun ini, kata dia, ASEAN secara keseluruhan mencapai rekor pertumbuhan yang baik dalam beberapa tahun terakhir, yakni sekitar 5% per tahun, dan memunculkan populasi kelas menengah yang sangat banyak.

"Pada awal 2016, ASEAN secara kolektif adalah perekonomian ketujuh terbesar di dunia. Pada awal 2017 sudah naik menjadi keenam dan pada 2020 dapat menjadi yang terbesar kelima," ujar dia.

Meski mengesankan, lanjut Wood, ASEAN harus dan mampu tumbuh lebih pesat. Target pertumbuhan yang realistis, kata dia, adalah tumbuh 7%.

"Perbedaan antara 5% dan 7% mungkin terlihat kecil, tapi dampaknya luar biasa besar. Pada pertumbuhan 5%, ASEAN berhasil menggandakan pendapatan setiap 15 tahun. Pada 7%, naik dua kali lipat setiap 10 tahun," kata Wood.

Keuntungan yang dimiliki ASEAN sekarang ini adalah populasi anak muda yang juga sangat banyak. William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia menjelaskan, mimpinya selaku pebisnis muda di bidang internet adalah untuk terus menjadi bagian dari generasi luar biasa ini dan melihat lebih banyak lagi pebisnis muda dari bidang yang sama.

"Saya berharap ke depannya raksasa seperti Google, Tesla, atau Facebook itu dapat berasal dari ASEAN, dari Asia," ujar dia.
Teknologi yang sekarang bisa diakses siapa saja, tambah William, benar-benar memberikan peluang terbuka bagi siapa saja.
"Semua orang bisa mengakses internet. Dua puluh tahun kita hanya menjadi hanya pasar dan kita mengonsumsi semuanya. Sepuluh tahun lalu, mulai muncul pengusaha internet dan jasa-jasanya," tambah William.

Lalu sejak lima tahun lalu, mulai muncul industri internet di ASEAN. Seiring perkembangan teknologi yang tidak bisa dibendung, ia menyarankan anak muda untuk merengkuhnya dan menemukan usaha berbasis teknologi yang bisa memberikan nilai kepada masyarakat.

"Bagaimana menjadi bagian dari industri ini, dan bila perlu memunculkan industri barui," kata dia.









Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon