Kemenpar Kejar Tambahan Dua Juta Wisman
Kamis, 26 Juli 2018 | 20:16 WIB
Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melakukan tiga program pemasaran terobosan untuk mencapai target kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2018. Ketiga program tersebut adalah pemberian insentif untuk maskapai (airlines/wholesaler), program Hot Deals, dan competing destination model (CDM), dengan target mendapatkan tambahan dua juta wisman.
"Dengan rata-rata kunjungan wisman sebanyak 1,25 juta per bulan, akhir tahun ini akan diperoleh 15 juta wisman, masih dibutuhkan tambahan dua juta wisman untuk mencapai target 17 juta orang. Untuk itu, kita harus melakukan langkah-langkah khusus agar bisa meraih tambahan dua juta wisman tersebut," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata II-2018 di Jakarta, Kamis (26/7).
Menpar menjelaskan, dari tiga program terobosan tersebut, akan ada tambahan sekitar 1,95 juta wisman hingga akhir tahun ini, yakni sebanyak 700 ribu wisman dari program insentif airlines, 750 ribu wisman dari program Hot Deals, dan 500 ribu wisman dari CDM.
"Proyeksi tambahan 1,95 juta ini sebagai target realistis yang akan kita capai meski di bawah target optimistis yang kita tetapkan," ujar dia.
Menpar mengungkapkan, program kerja sama promosi dengan maskapai dan wholesaler sangat strategis dalam mendatangkan wisman. Sebab, 80% wisman yang datang ke Indonesia melalui konektivitas udara, baik regular maupun chartered flight. Selain itu, pola pembelian paket wisata ke Indonesia dilakukan melalui wholesaler dan retailers. Bahkan, pada pasar tertentu pembelian paket wisata melalui wholesaler sangat dominan. Promosi terpadu dilaksanakan bersama dalam bentuk sales mission, trade show, festival, fam trip, publikasi, dan pemberian insentif.
Menurut Menpar, pihaknya sebenarnya menargetkan 1 juta wisman dari program insentif airlines/wholesaler. Namun, hasil pembicaraan dengan pelaku bisnis (airlines/wholesaler) didapatkan angka sebanyak 750 ribu wisman. "Untuk program insentif target realistisnya sebesar 700 ribu wisman," tutur dia.
Sementara program Hot Deals, yakni program untuk mengoptimalkan kapasitas yang tidak terpakai atau idle capacity, diutamakan pada tiga pintu masuk utama yaitu Great Bali (40%), Great Jakarta (30%) dan Great Kepri (20%). Ketika idle capacity pada faktor 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) digabungkan dan dimanfaatkan dalam sebuah platform, akan tersedia layanan pariwisata yang mudah dan murah, atau disebut more for less tourism.
Paket Hot Deals diproyeksikan dapat menambah 2,5 juta wisman pada 2018, terdiri atas Hot Deals Great Kepri 500 ribu wisman, Hot Deals Great Jakarta 1 juta wisman, dan Hot Deals Great Bali 1 juta wisman. "Dari program ini, ditargetkan angka realistis sebesar 750 ribu wisman, dan target program CDM 1 juta diproyeksikan akan diperoleh angka real sebesar 500 ribu wisman," ungkap Menpar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




