ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menteri Rini Sebut KIK-EBA Solusi Pendanaan Garuda

Selasa, 31 Juli 2018 | 17:38 WIB
AH
B
Penulis: Aichi Halik | Editor: B1
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno dan Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno dan Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury. (Beritasatu Tv)

Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan pencatatan perdana produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) GIAA01 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/7).

KIK-EBA GIAA01 merupakan instrumen sekuritisasi aset keuangan pertama di Indonesia yang menjadikan hak pendapatan atas penjualan tiket pesawat sebagai agunan. Pendapatan dari penjualan tiket yang diagunkan, yaitu rute penerbangan Jeddah dan Madinah.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno mendukung aksi korporasi yang diambil Garuda Indonesia.

"Saya sangat bangga karena Garuda dapat mengeluarkan efek beragun aset yang didasari oleh penjualan tiket. Ini pertama kali di Indonesia dan ternyata efeknya laku keras," kata Rini di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (31/7).

ADVERTISEMENT

Rini menyatakan, penerbitan KIK-EBA GIAA01 menjadi solusi alternatif pendanaan bagi Garuda Indonesia untuk memenuhi kebutuhan finansial perusahaan sehingga perseroan mempunyai modal yang lebih besar untuk terus berekspansi.

"Ini salah satu solusi alternatif pendanaan yang dilakukan Garuda untuk memenuhi kebutuhan finansial perusahaan. Semoga inisiatif ini akan mendorong perbaikan kinerja dan juga mendukung program pemerintah dalam peningkatan konektivitas udara," ungkap Rini.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury mengatakan akan menggunakan dana hasil penerbitan KIK- EBA tersebut untuk menata ulang utang perusahaan.

"Kita berharap kedepannya dengan adanya sekuritisasi ini akan ada beberapa penerbitan lain dan tentunya kami berterima kasih kepada para investor serta dukungan dari Kementerian BUMN yang bersinergi dalam penerbitan surat berharga ini," kata Pahala.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon