Asing Didorong Eksplorasi Migas di Wilayah Baru
Senin, 24 September 2018 | 20:14 WIB
Jakarta - Selama 10 tahun terakhir, eksplorasi yang dilakukan para kontraktor migas, termasuk asing di Indonesia hanya merambah area yang sudah dirambah (brown field). Itu artinya, belum ada kontraktor asing yang melakukan eksplorasi di wilayah baru atau green field.
"Ini yang disebut eksplorasi konservatif, yaitu dilakukan di area yang sudah dirambah. Caltex melakukan itu, begitu juga Exxonmobil di Blok Cepu," ujar Direktur Center for Energy Policy Kholid Syeirazi di Jakarta, Senin (24/9).
Untuk itu, Kholid berharap, agar semua pihak memberikan dukungan kepada para kontraktor, termasuk PT Pertamina supaya lebih fokus merambah area green field. Dukungan diperlukan mengingat regulasi hulu migas tidak pasti. "Dukungan tersebut penting, karena potensi kita masih berlimpah. Jangan lupa, dari 128 cekungan, baru 38 yang digarap. Sisanya, 90 belum," lanjut dia.
Di sisi lain, di tengah kondisi saat ini, Kholid tetap memberi apresiasi kepada Pertamina yang agresif mengeksplorasi di dalam negeri. Ini harus didukung, karena eksplorasi memang sangat berisiko. Dia menilai, tidak semua eksplorasi akan membuahkan hasil.
Pertamina, kata dia, memang harus melakukan berbagai eksplorasi. Sebab, sebagai industri migas yang bergerak di sektor hulu, eksplorasi adalah nyawa perusahaan. Semua kegiatan harus bermulai dari kegiatan eksplorasi. Semakin banyak eksplorasi maka semakin memungkinkan untuk meningkatkan produksi. "Tanpa eksplorasi, tidak mungkin ada lifting, tidak mungkin ada produksi, dan tentu saja tidak bisa menemukan cadangan," kata Kholid.
2018, Pertamina dinilai agresif melakukan eksplorasi di dalam negeri. Untuk seismik 2D. misalnya, Pertamina telah menyelesaikan 153 km. Angka tersebut masih terus meningkat, karena Pertamina memproyeksikan panjang eksplorasi bisa mencapai 2.590 km hingga akhir 2018.
Untuk seismik 3D, Pertamina telah melakukan seluas 419 kilometer persegi. Hingga akhir 2018, BUMN ini memproyeksikan eksplorasi seismik 3D mencapai 869 Km2. Kegiatan seismik 2D dan 3D tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah kerja Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




