Asing Didorong Eksplorasi Migas di Wilayah Baru
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Asing Didorong Eksplorasi Migas di Wilayah Baru

Senin, 24 September 2018 | 20:08 WIB
Oleh : Harso Kurniawan / HK

Jakarta - Selama 10 tahun terakhir, eksplorasi yang dilakukan para kontraktor migas, termasuk asing di Indonesia hanya merambah area yang sudah dirambah (brown field). Itu artinya, belum ada kontraktor asing yang melakukan eksplorasi di wilayah baru atau green field.

“Ini yang disebut eksplorasi konservatif, yaitu dilakukan di area yang sudah dirambah. Caltex melakukan itu, begitu juga Exxonmobil di Blok Cepu,” ujar Direktur Center for Energy Policy Kholid Syeirazi di Jakarta, Senin (24/9).

Untuk itu, Kholid berharap, agar semua pihak memberikan dukungan kepada para kontraktor, termasuk PT Pertamina supaya lebih fokus merambah area green field. Dukungan diperlukan mengingat regulasi hulu migas tidak pasti. “Dukungan tersebut penting, karena potensi kita masih berlimpah. Jangan lupa, dari 128 cekungan, baru 38 yang digarap. Sisanya, 90 belum,” lanjut dia.

Di sisi lain, di tengah kondisi saat ini, Kholid tetap memberi apresiasi kepada Pertamina yang agresif mengeksplorasi di dalam negeri. Ini harus didukung, karena eksplorasi memang sangat berisiko. Dia menilai, tidak semua eksplorasi akan membuahkan hasil.

Pertamina, kata dia, memang harus melakukan berbagai eksplorasi. Sebab, sebagai industri migas yang bergerak di sektor hulu, eksplorasi adalah nyawa perusahaan. Semua kegiatan harus bermulai dari kegiatan eksplorasi. Semakin banyak eksplorasi maka semakin memungkinkan untuk meningkatkan produksi. "Tanpa eksplorasi, tidak mungkin ada lifting, tidak mungkin ada produksi, dan tentu saja tidak bisa menemukan cadangan," kata Kholid.

2018, Pertamina dinilai agresif melakukan eksplorasi di dalam negeri. Untuk seismik 2D. misalnya, Pertamina telah menyelesaikan 153 km. Angka tersebut masih terus meningkat, karena Pertamina memproyeksikan panjang eksplorasi bisa mencapai 2.590 km hingga akhir 2018.

Untuk seismik 3D, Pertamina telah melakukan seluas 419 kilometer persegi. Hingga akhir 2018, BUMN ini memproyeksikan eksplorasi seismik 3D mencapai 869 Km2. Kegiatan seismik 2D dan 3D tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah kerja Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Terbit Aturan tentang Ketentuan Penggunaan L/C untuk Ekspor Barang Tertentu

Salah satu upaya untuk memperkuat cadangan devisa negara.

EKONOMI | 24 September 2018

Peninjauan Perdagangan Perbatasan RI-Malaysia Rampung Tahun Ini

Indonesia-Malaysia sepakat peninjauan kembali (review) perjanjian perdagangan perbatasan (border trade agreement/BTA) 1970 dapat segera diselesaikan.

EKONOMI | 24 September 2018

Tax Rebalancing Perlu Dikaji untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah AS telah melakukan relaksasi terhadap perpajakan sehingga ekonomi AS bisa bertumbuh 4,1% pada kuartal II-2018, terbaik sejak kuartal III-2014.

EKONOMI | 24 September 2018

Program Sejuta Rumah Sinergikan Berbagai Pihak

Pemerintah berkomitmen menghadirkan rumah terjangkau bagi masyarakat.

EKONOMI | 24 September 2018

LPEI Dukung Peningkatan Ekspor Nasional

Aktivitas ekspor harus didasarkan daya saing di pasar global.

EKONOMI | 24 September 2018

AP I Pastikan Bandara Ngurah Rai Siap Layani Delegasi IMF-WB

Jumlah delegasi IMF-WB Annual Meeting diperkirakan mencapai 18.000 orang.

EKONOMI | 24 September 2018

Akseleran Bidik Pendanaan Seri A Hingga US$ 10 Juta

Proses pendanaan akan dimulai pada Desember 2018.

EKONOMI | 24 September 2018

Hingga September, Akseleran Salurkan Pinjaman Rp 115 Miliar

Dana sebesar Rp 115 miliar tersebut disalurkan kepada sekitar 250 peminjam.

EKONOMI | 24 September 2018

Ditutup Melemah 0,26%, Rupiah Ketiga Terburuk di Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.846-Rp 14.879 per dolar AS.

EKONOMI | 24 September 2018

Atasi Pelemahan Rupiah, BI Harus Terus di Depan Kurva

BI harus terus di depan kurva karena dalam tren kenaikan suku bunga global, BI ketinggalan 50 bps dibanding Fed Fund Rate (FFR).

EKONOMI | 24 September 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS