ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bupati Ketapang Ajak Masyarakat Dukung Proyek Strategis Nasional

Selasa, 25 September 2018 | 17:26 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Karyawan sedang melaksanakan tugas di Terminal Khusus milik PT WHW AR, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (25/9).
Karyawan sedang melaksanakan tugas di Terminal Khusus milik PT WHW AR, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (25/9). (Istimewa)

Ketapang - Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) merupakan salah satu dari sejumlah provinsi di Indonesia yang menjadi sasaran pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

PSN sendiri merupakan upaya pemerintah dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan infrastruktur di Indonesia.

Bupati Ketapang, Martin Rantan, mengatakan, pihaknya mengajak masyarakat ikut serta dalam menyukseskan program pemerintah tersebut. Menurutnya, PSN akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalbar, khususnya di Kabupaten Ketapang. "Ini yang harus kita dukung," ujar Martin melalui keterangan persnya, Selasa (25/9).

Martin mengatakan, terdapat sejumlah proyek strategis nasional yang ditargetkan pemerintah pusat di Kabupaten Ketapang, diantaranya yaitu PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR), PT Ketapang Bangun Sarana (Hangzhou Jinjiang Group), PT Ketapang Ecology and Agriculture Forestry Industry Park dan relokasi Bandara Rahadi Oesman Ketapang.

ADVERTISEMENT

PT WHW AR adalah perusahaan pengolahan dan pemurnian bijih bauksit menjadi alumina yang menghasilkan Smelter Grade Alumina berkadar 98,6 persen dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun. PT WHW AR didirikan guna merespons Undang-undang (UU) Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara serta Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 5 tahun 2017 berikut peraturan-peraturan pendukung lainnya

Fasilitas pengolahan mineral atau smelter SGA PT WHW AR sendiri adalah salah satu dari 6 fasilitas smelter yang masuk dalam PSN. Tujuan pembangunan smelter ini yaitu agar Indonesia tidak lagi mengekspor produk mineral dalam bentuk bahan mentah tetapi sudah menjadi barang setengah jadi.

"Nah sekarang soal PT WHW AR, mengapa harus kita dukung? Saat WHW AR berinvestasi di Kabupaten Ketapang, ketika itu banyak orang yang berubah kehidupan dari yang dulunya mungkin ekonominya lemah akhirnya menjadi baik. Selain itu, banyak karyawan yang bekerja. Jadi kehadiran PT WHW AR ini harus kita dukung. Bukan untuk biaya, bukan untuk Kepala Dinas, bukan untuk Pak Camat, tapi untuk rakyat," kata Martin.

Martin menambahkan, pihaknya berharap agar beroperasinya pabrik dengan izin lokasi seluas 1.500 hektar (ha) ini bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat dan berkontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalbar, khususnya Kabupaten Ketapang.

Direktur PT WHW AR, Stevi Thomas, mengatakan, pabrik SGA PT WHW AR di Ketapang telah berhasil mengolah bahan mentah menjadi produk ekspor yang memiliki nilai tambah.

"Bahan baku yang berasal dari tambang bauksit di Provinsi Kalimantan Barat diolah menjadi produk setengah jadi oleh pabrik SGA PT WHW AR untuk diekspor ke manca negara," katanya.

Menurut Stevi, hal ini sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah. "Kami berharap dengan adanya keberadaan PT WHW AR dapat mendukung pemerintah khususnya dalam meningkatkan perekonomian Indonesia, terutama bagi masyarakat di Kabupaten Ketapang, dan Provinsi Kalbar pada umumnya," kata Stevi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon