Pesan Kehangatan dari Bali untuk Hadapi 'Winter is Coming'
Senin, 15 Oktober 2018 | 08:37 WIB
Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali, usai sudah. Kemarin, Minggu (14/10), menjadi hari terakhir gawai pertemuan keuangan global yang disebut-sebut sebagai terakbar tahun ini. Sebanyak 36.669 orang delegasi dan peserta—baik dalam muapun luar negeri—berpantisipasi dalam ribuan kegiatan yang dilangsung sejak 8 Oktober silam.
Mengakhiri pertemuan ini, pukul 15.35 Wita, molor lima menit jadwal, lima figur sentral motor terselenggaranya perhelatan tersebut menggelar konferensi pers. Kelimanya adalah Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan selaku ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Gubernur BI Perry Warjiyo, Managing Director IMF Christine Lagarde, dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.
Mereka datang dengan muka tapak 'sumringah'. Luhut mengawali konferens pers dengan memaparkan tetang hasil pelaksanaan pertemuan. Secara keseluruhan, ia menilai, pertemuan tahunan ini sukses dan semua yang diagendakan berjalan tepat waktu, tanpa hambatan yang mengganggu. "Saya telah menerima begitu banyak komentar yang baik dan kepuasan dari para peserta dan juga dari pihak-pihak yang hadir," ujar Luhut.
Ia pun mengaitkan kesuksesan tersebut dengan kapasitas yang dimiliki pemerintah dan figur kepemimpinan nasional. "Kesuksesan dari acara ini mendemonstrasikan kemampuan pemerintah Indonesia untuk megomunikasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan dunia, di bawah kepemimpinan Bapak Joko Widodo," tandas Luhut.
Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia ini, kata dia, lagi-lagi menegaskan kemampuan Indonesia untuk menggelar acara bertaraf internasional. Berbagai acara secara simultan sukses dilaksanakan pemerintah, mesti di tengah ujian bencana. Pada waktu yang hampir bersamaan even olahraga internasional Asian Para Games 2018 berhasl digelar. Sebelumnya, Asian Games 2018 menuai banyak pujian dunia.
"Saya rasa ini baik sekali. Saya tidak pernah mengharapkan akan seperti ini. Ekspektasi kami hanya 19 ribu orang. Sisanya saya rasa, sampai sejauh ini kami bahagia sekali. Sekarang Ibu Lagarde, Pak Jim, Ibu Ani, Gubernur Perry akan memberikan tambahan atas komentar saya ini," ucap Luhut yang menyebutkan bahwa dari total 36.669 peserta itu, 21.620-nya mendaftar melalui panitia nasional dan sisanya via IMF/Bank Dunia.
Acara Pernikahan
Pujian dan apresiasi diberikan oleh Lagarde dan Kim. Lagarde menyebut pemerintah Indonesia dan Bali telah bekerja keras untuk menyiapkan pertemuan ini sejak tiga tahun lalu. Ia mengibaratkan penyelenggaraan perhelatan akbar ini seperti acara pernikahan karena keramahan masyarakat Indonesia tidak akan hilang ingatan.
"Persiapannya lama, acara berlangsung lancar, lalu tiba-tiba semuanya selesai, dan Anda ingin melakukannya sekali lagi, meskipun saat ini tentu kita sedikit lelah," kata Lagarde sambil berseloroh.
Ia juga meyakini, kesuksesan ini bisa memberikan cerita baik bagi Indonesia, yang saat ini sedang berjuang untuk memulihkan kembali daerah terdampak bencana alam dan kondisi global menghadapi ancaman proteksionisme.
"Memori ini akan terus teringat, saya ingin mengucapkan terimakasih dari lubuk terdalam," kata Lagarde sembari meneruskannya dengan ucapan dalam bahasa Indonesia, "Terima kasih. Anda telah bersusah payah. IMF adalah teman Indonesia".
Kim juga memberikan apresiasi yang sama seperti Lagarde sambil kembali mengucapkan rasa bela sungkawa atas bencana alam gempa bumi, tsunami, dan longsor yang menimpa Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Palu, Sulawesi Tenggara.
Terkait pertemuan tahunan ini, Kim mengingatkan pentingnya upaya untuk memperkuat solidaritas dan komitmen yang terus disuarakan selama penyelenggaraan perhelatan akbar ini agar tingkat kesejahteraan dapat membaik.
"Indonesia memberikan kepada kita, visi yang penuh inspirasi untuk memperbarui upaya yang sejalan dengan semangat multilateralisme," kata Kim yang menutup pernyataannya dengan ucapan "terimakasih" sebanyak tiga kali.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah bekerja keras untuk menyukseskan acara karena tidak ada satupun keluhan yang diberikan para delegasi yang mengikuti keseluruhan perhelatan.
Mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini juga menyampaikan apresiasi kepada delegasi IMF maupun Bank Dunia atas dukungan yang diberikan ketika Indonesia mengalami bencana alam karena dapat menjadi penyemangat untuk kembali membangun kehidupan di kawasan terdampak.
Sri Mulyani kemudian mengingatkan hal penting yang menjadi salah satu memori dari penyelenggaraan acara ini, yaitu pidato Presiden Jokowi mengenai pentingnya dunia untuk bersatu dalam menghadapi ancaman 'winter is coming' sebagai musuh bersama yang mengacu dari serial televisi "Game of Thrones".
Saat itu, Jokowi mengingatkan seluruh pejabat dunia yang hadir dalam acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank 2018 agar mewaspadai fenomena baru yang mengancam ekonomi. Ancaman tersebut, kata dia, datang setelah para pemangku kebijakan di dunia berhasil menyelamatkan ekonomi dari krisis keuangan sepuluh tahun silam.
Namu, Sri Mulyani mengharapkan, cinta, kehangatan maupun keramahan yang menjadi bagian, bahkan kunci dari kesuksesan pertemuan tahunan di Bali ini dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara maju untuk saling berkerja sama dan mengedepankan prinsip-prinsip multilateralisme.
"Musim dingin akan tiba di AS, Tiongkok, Jepang, dan Eropa. Kami ingin cinta, kehangatan maupun semangat kolaborasi dari Bali bisa menjadi penghangat dan pelindung dari musim dingin. Mohon semangat dari Bali ini dipelihara agar dapat bertahan dari ancaman 'winter is coming'," pungkas Sri Mulyani.
Kunci Sukses
Sedangkan Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa koordinasi yang kuat dalam kepanitiaan telah menjadi kunci sukses pelaksanaan kegiatan. Pertermuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 telah mampu menunjukkan Indonesia yang reformed, berdaya tahan, dan progresif.
"Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak, baik panitia, liaison officer, relawan, hingga media massa, yang telah turut mengangkat Indonesia ke tingkat dunia," kata dia.
Semoga para perserta dan delegasi yang kini mulai meninggalkan Bali menuju kota atau negara masing-masing, mendengar harapan Sri Mulyani. Yaitu harapan agar mereka membawa pesan kehangatan dari Bali untuk pelindung di seluruh belahan bumi, termasuk dari ancaman 'winter is coming'.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




