Produksi Gula Diperkirakan 2,6 juta Ton
Selasa, 10 Juli 2012 | 19:11 WIB
Rendemen tebu diharapkan bisa naik sehingga bisa mendongkrak produksi gula.
Produksi gula pada tahun 2012 diproyeksi mencapai 2,60 juta ton atau naik 16,6 persen dibanding produksi tahun 2011 sebesar 2,23 juta ton.
Sekretaris Dewan Gula Indonesia (DGI) Gamal Nasir, optimistis produksi gula hingga pengujung tahun ini bisa lebih tinggi dibanding angka taksasi.
"Dengan taksasi 2,6 juta ton, seharusnya tidak ada persoalan harga dan pasokan. Seharusnya kita tidak kekurangan stok. Tetapi kami tidak tahu dimana terputusnya link," tutur Gamal di Jakarta, hari ini.
Taksasi gula hasil produksi 62 pabrik gula nasional ditetapkan dalam rapat DGI pada 9 Juli lalu di Yogyakarta. Taksasi pertama produksi gula 2012 dilakukan pada Januari lalu sebanyak 2,66 juta ton dan taksasi kedua pada Maret 2012 sebanyak 2,75 juta ton.
Menurut dia, kenaikan produksi gula tahun ini tak lepas dari membaiknya cuaca dan peningkatan rendemen gula menjadi 7,5 persen dari 7,2 persen tahun lalu. Selain itu, luas kebun tebu bertambah meski sangat kecil. "Saya tidak hapal angkanya," kata dia.
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Sumitro Samadikoen meramalkan, produksi gula tahun ini bisa 2,5-2,6 juta ton. "Kami berharap produksi bisa seperti 2009 sehingga tidak perlu impor," ujar dia.
APTRI berharap, rendemen tebu bisa naik sehingga bisa mendongkrak produksi gula dan konsumen tidak terbebani harga gula yang tinggi.
Saat ini, ada 62 pabrik gula yang beroperasi di dalam negeri, yaitu 52 pabrik BUMN dan 10 pabrik swasta. Rata-rata produktivitas tebu pada 2011 hanya 74 ton per ha dan pada tahun ini diperkirakan 75,9 ton per ha atau naik 3,2 persen.
Produksi gula pada tahun 2012 diproyeksi mencapai 2,60 juta ton atau naik 16,6 persen dibanding produksi tahun 2011 sebesar 2,23 juta ton.
Sekretaris Dewan Gula Indonesia (DGI) Gamal Nasir, optimistis produksi gula hingga pengujung tahun ini bisa lebih tinggi dibanding angka taksasi.
"Dengan taksasi 2,6 juta ton, seharusnya tidak ada persoalan harga dan pasokan. Seharusnya kita tidak kekurangan stok. Tetapi kami tidak tahu dimana terputusnya link," tutur Gamal di Jakarta, hari ini.
Taksasi gula hasil produksi 62 pabrik gula nasional ditetapkan dalam rapat DGI pada 9 Juli lalu di Yogyakarta. Taksasi pertama produksi gula 2012 dilakukan pada Januari lalu sebanyak 2,66 juta ton dan taksasi kedua pada Maret 2012 sebanyak 2,75 juta ton.
Menurut dia, kenaikan produksi gula tahun ini tak lepas dari membaiknya cuaca dan peningkatan rendemen gula menjadi 7,5 persen dari 7,2 persen tahun lalu. Selain itu, luas kebun tebu bertambah meski sangat kecil. "Saya tidak hapal angkanya," kata dia.
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Sumitro Samadikoen meramalkan, produksi gula tahun ini bisa 2,5-2,6 juta ton. "Kami berharap produksi bisa seperti 2009 sehingga tidak perlu impor," ujar dia.
APTRI berharap, rendemen tebu bisa naik sehingga bisa mendongkrak produksi gula dan konsumen tidak terbebani harga gula yang tinggi.
Saat ini, ada 62 pabrik gula yang beroperasi di dalam negeri, yaitu 52 pabrik BUMN dan 10 pabrik swasta. Rata-rata produktivitas tebu pada 2011 hanya 74 ton per ha dan pada tahun ini diperkirakan 75,9 ton per ha atau naik 3,2 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




