Properti News
Sektor Properti Diprediksi Bakal Melambat Awal 2014
Rabu, 18 Juli 2012 | 12:23 WIB
Kebanyakan pembeli bakal menunggu pergantian kepemimpinan nasional
Dalam semester pertama tahun 2014 mendatang, sektor properti diprediksi bakal mengalami perlambatan terkait dengan adanya momen Pemilihan Umum (Pemilu) nasional di tahun tersebut. Untuk rasio perlambatannya diperkirakan akan mencapai angka 3 - 5 persen.
"Perlambatan tersebut bukan dikarenakan pasar yang jenuh, namun lebih banyak kepada soal kondisi politik yang berkenaan adanya Pemilu untuk memilih pemimpin negara," jelas Indra W Antono, Marketing Director Agung Podomoro Group dalam kesempatan Media Gathering di Central Park Mall, Podomoro City, Jakarta (17/6).
Lebih jauh Indra menjelaskan, meski ada perkiraan bakal terjadi perlambatan tersebut, pihak Agung Podomoro Group sendiri tidak akan melakukan penundaan proyek karena semua telah ditetapkan sesuai dengan jadwal pembangunannya.
"Siklus properti selalu bergerak dinamis dalam kurun 2 - 3 tahun. Meski telah mengetahui bakal ada perlambatan, namun semua proyek tetap dikerjakan. Pengembang lain pastinya juga akan mengebut penyelesaian proyeknya," tambahnya lagi.
Lebih lanjut Indara menyatakan, dalam bisnis properti, yang namanya penundaan proyek merupakan suatu hal yang sangat dihindari karena akan menjadi indikator bagi konsumen dan media dalam melihat perkembangan (progress) proyek tersebut.
"Teman-teman media dan konsumen sering melihat proyek yang tengah kita kerjakan. Oleh karenanya, kita harus tetap membangun supaya saat pasar bergerak kembali, semua unit yang ada bisa dijual kembali. Kalau tidak ada perkembangan, konsumen dan teman-teman media malah akan beranggapan proyek itu bermasalah," pungkasnya.
Dalam semester pertama tahun 2014 mendatang, sektor properti diprediksi bakal mengalami perlambatan terkait dengan adanya momen Pemilihan Umum (Pemilu) nasional di tahun tersebut. Untuk rasio perlambatannya diperkirakan akan mencapai angka 3 - 5 persen.
"Perlambatan tersebut bukan dikarenakan pasar yang jenuh, namun lebih banyak kepada soal kondisi politik yang berkenaan adanya Pemilu untuk memilih pemimpin negara," jelas Indra W Antono, Marketing Director Agung Podomoro Group dalam kesempatan Media Gathering di Central Park Mall, Podomoro City, Jakarta (17/6).
Lebih jauh Indra menjelaskan, meski ada perkiraan bakal terjadi perlambatan tersebut, pihak Agung Podomoro Group sendiri tidak akan melakukan penundaan proyek karena semua telah ditetapkan sesuai dengan jadwal pembangunannya.
"Siklus properti selalu bergerak dinamis dalam kurun 2 - 3 tahun. Meski telah mengetahui bakal ada perlambatan, namun semua proyek tetap dikerjakan. Pengembang lain pastinya juga akan mengebut penyelesaian proyeknya," tambahnya lagi.
Lebih lanjut Indara menyatakan, dalam bisnis properti, yang namanya penundaan proyek merupakan suatu hal yang sangat dihindari karena akan menjadi indikator bagi konsumen dan media dalam melihat perkembangan (progress) proyek tersebut.
"Teman-teman media dan konsumen sering melihat proyek yang tengah kita kerjakan. Oleh karenanya, kita harus tetap membangun supaya saat pasar bergerak kembali, semua unit yang ada bisa dijual kembali. Kalau tidak ada perkembangan, konsumen dan teman-teman media malah akan beranggapan proyek itu bermasalah," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




