Pemilukada Dongkrak Industri Pakaian Jadi dan Percetakan
Rabu, 1 Agustus 2012 | 20:07 WIB
Pada Pemilukada putaran kedua, belum bisa dipastikan akan meningkatkan pertumbuhan industri mikro.
Pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) DKI 2012 membuka peluang rezeki pengusaha pakaian jadi, percetakan dan reproduksi media rekaman.
Selama tahapan Pemilukada Mei-Juni 2012, omzet bisnis pakaian mengalami peningkatan, baik di produksi manufaktur maupun produksi industri mikro dan kecil.
Kepala Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Agus Wahyudi menerangkan, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang DKI Jakarta pada kuartal II-2012 tercatat meningkat sebesar 8,6 persen dibandingkan kuartal I-2012. "Secara tahunan juga naik sebesar 3,52 persen bila dibandingkan dengan kuartal II-2012," kata Agus di Kantor BPS DKI, Jakarta, hari ini.
Pertumbuhan tersebut didorong tiga kelompok industri yakni barang dari logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar 15,79 persen, industi peralatan listrik sebesar 14,32 persen, serta industri pakaian jadi sebesar 14,03 persen.
Industri pakaian meningkat melebihi rata-rata nasional yang hanya tumbuh 6,13 persen. Sedangkan peningkatan pada industri percetakan dan reproduksi media rekaman juga tercatat naik 13,55 persen.
"Peningkatan di dua kelompok industri tersebut disebabkan adanya Pilkada DKI yang dilaksanakan Juni lalu. Banyak pemesanan bendera partai, pamflet, dan brosur. Kemudian baju kaos dan kemeja tertentu selama masa Pemilukada kemarin. Ini yang meningkatkan pertumbuhan industri tekstil dan percetakan," kata Agus
Menurut survey yang dilakukan BPS, peningkatan produksi pada kedua sektor industri tersebut terhitung masif. Di beberapa tempat di Jakarta, peningkatan produksi terjadi hingga tiga dan empat kali lipat produksi biasa.
"Secara keseluruhan, pertumbuhan industri mikro dan kecil DKI Jakarta pada kuartal II- 2012 mengalami kenaikan sebesar 3,6 persen," kata Agus.
Kendati demikian, Agus menegaskan penyelenggaraan Pemilukada putaran kedua, belum bisa dipastikan akan meningkatkan pertumbuhan industri mikro pada kuartal selanjutnya. Sebab, motif dan pergerakan Pemilukada putaran berlangsung lebih singkat.
Peserta Pemilukada juga semakin menyusut. Namun Agus memperkirakan, peningkatan produksi di sektor industri tekstil dan percetakan akan terus meningkat hingga bulan Agustus 2012.
Beberapa jenis industri lainnya yang tercatat mengalami peningkatan adalah industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar 11,22 persen. Kemudian industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer 7,55 persen, juga industri karet, barang dari karet dan plastik 2,99 persen.
Sementara beberapa jenis industri yang mengalami penurunan terbesar terjadi pada industri barang galian bukan logam sebesar 12,04 persen, diikuti industri makanan 10,41 persen, industri mesin dan perlengkapan 9,75 persen, industri logam dasar 6,59 persen, industri alat angkutan lainnya 5,47 persen, dan industri tekstil 3,21 persen.
Pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) DKI 2012 membuka peluang rezeki pengusaha pakaian jadi, percetakan dan reproduksi media rekaman.
Selama tahapan Pemilukada Mei-Juni 2012, omzet bisnis pakaian mengalami peningkatan, baik di produksi manufaktur maupun produksi industri mikro dan kecil.
Kepala Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Agus Wahyudi menerangkan, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang DKI Jakarta pada kuartal II-2012 tercatat meningkat sebesar 8,6 persen dibandingkan kuartal I-2012. "Secara tahunan juga naik sebesar 3,52 persen bila dibandingkan dengan kuartal II-2012," kata Agus di Kantor BPS DKI, Jakarta, hari ini.
Pertumbuhan tersebut didorong tiga kelompok industri yakni barang dari logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar 15,79 persen, industi peralatan listrik sebesar 14,32 persen, serta industri pakaian jadi sebesar 14,03 persen.
Industri pakaian meningkat melebihi rata-rata nasional yang hanya tumbuh 6,13 persen. Sedangkan peningkatan pada industri percetakan dan reproduksi media rekaman juga tercatat naik 13,55 persen.
"Peningkatan di dua kelompok industri tersebut disebabkan adanya Pilkada DKI yang dilaksanakan Juni lalu. Banyak pemesanan bendera partai, pamflet, dan brosur. Kemudian baju kaos dan kemeja tertentu selama masa Pemilukada kemarin. Ini yang meningkatkan pertumbuhan industri tekstil dan percetakan," kata Agus
Menurut survey yang dilakukan BPS, peningkatan produksi pada kedua sektor industri tersebut terhitung masif. Di beberapa tempat di Jakarta, peningkatan produksi terjadi hingga tiga dan empat kali lipat produksi biasa.
"Secara keseluruhan, pertumbuhan industri mikro dan kecil DKI Jakarta pada kuartal II- 2012 mengalami kenaikan sebesar 3,6 persen," kata Agus.
Kendati demikian, Agus menegaskan penyelenggaraan Pemilukada putaran kedua, belum bisa dipastikan akan meningkatkan pertumbuhan industri mikro pada kuartal selanjutnya. Sebab, motif dan pergerakan Pemilukada putaran berlangsung lebih singkat.
Peserta Pemilukada juga semakin menyusut. Namun Agus memperkirakan, peningkatan produksi di sektor industri tekstil dan percetakan akan terus meningkat hingga bulan Agustus 2012.
Beberapa jenis industri lainnya yang tercatat mengalami peningkatan adalah industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar 11,22 persen. Kemudian industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer 7,55 persen, juga industri karet, barang dari karet dan plastik 2,99 persen.
Sementara beberapa jenis industri yang mengalami penurunan terbesar terjadi pada industri barang galian bukan logam sebesar 12,04 persen, diikuti industri makanan 10,41 persen, industri mesin dan perlengkapan 9,75 persen, industri logam dasar 6,59 persen, industri alat angkutan lainnya 5,47 persen, dan industri tekstil 3,21 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




