Serapan Anggaran "Kotaku" Kempupera Capai 72,4%
Rabu, 16 September 2020 | 20:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) tahun ini mengganggarkan Rp 429,5 miliar untuk Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang akan menyerap 12.979 tenaga kerja. Hingga 13 September 2020, progres serapan program tersebut tercatat mencapai Rp 305 miliar atau 71,4 % dengan realisasi penerima manfaat sebanyak 12.387 orang atau 98,91%.
Menteri Basuki Hadimuljono mengatakan, Program Kotaku merupakan kolaborasi Kempupera dan pemerintah daerah dalam mendorong dan memberdayakan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan infrastruktur berskala kecil.
Bukan hanya ditujukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, kata dia, juga untuk mendistribusikan dana hingga desa atau pelosok.
"Pola pelaksanaan PKT harus memerhatikan protokol physical dan social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19," tegas Basuki dalam keterangan resminya, Rabu (16/9/2020).
Di Provinsi Sulawesi Selatan, misalnya, Program Kotaku di sana telah menyasar lima kelurahan di tiga Kabupaten yaitu Kelurahan Tondon Mamullu Kabupaten Tana Toraja, Kelurahan Bombongan Kabupaten Tana Toraja, Kelurahan Ela-Ela Kabupaten Bulukumba, Kelurahan Mangempang Kabupaten Barru, dan Kelurahan Lalolang Kabupaten Bulukumba. Program PKT di beberapa kelurahan tersebut berupa rehabilitasi drainase lingkungan, dan rehabilasi jalan beton.
Di Kelurahan Tondon Mamullu Kabupaten Tana Toraja, pekerjaan meliputi pekerjaan jalan beton sepanjang 120 meter dan drainase 40 meter. Anggaran bersumber dari BPM sebesar Rp 88 juta dan swadaya Rp 11 juta dengan tenaga kerja 10 orang. Kelurahan Bombongan Kabupaten Tana Toraja pekerjaan meliputi rehabilitasi jalan beton sepanjang 187,7 meter dan drainase 139,5 meter. Anggaran dari BPM sebesar Rp 83 juta dan swadaya Rp 8,3 juta dengan jumlah tenaga kerja 15 orang.
Sedangkan di Kelurahan Ela-Ela Kabupaten Bulukumba pekerjaannya meliputi rehabilitasi drainase dengan sumber pendanaan dari BPM sebesar Rp 13,8 juta dan swadaya Rp 750.000. Lalu Kelurahan Mangempang Kabupaten Barru melakukan pekerjaan drainase lingkungan sepanjang 440 meter dengan sumber pendanaan dari BPM sebesar Rp 177 juta dan swadaya sebesar Rp. 37,4 juta.
Kemudian Kelurahan Lalolang Kabupaten Bulukumba pekerjaan meliputi drainase lingkungan sepanjang 668 meter dengan sumber pendanaan dari BPM sebesar Rp 316 juta dan swadaya sebesar Rp 6,7 juta
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




