ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lapak Ganjar Ternyata Juga Bikin Sukses Orang Malang

Kamis, 7 Juli 2022 | 21:13 WIB
JS
JS
Penulis: Jayanty Nada Shofa | Editor: JNS
Diajeng Maya Art and Craft dalah UMKM Malang yang mengikuti program promosi online Lapak Ganjar.
Diajeng Maya Art and Craft dalah UMKM Malang yang mengikuti program promosi online Lapak Ganjar. (Istimewa)

Malang, Beritasatu.com - Lapak Ganjar, program promosi online yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo ternyata bukan hanya dirasakan kemanfaatannya oleh pelaku UMKM di Jateng saja. Diajeng Maya Art and Craft yang beralamat di Puncak Buring Indah A1/25 Kota Malang Jawa Timur juga ketimban untung setelah ikut di-reposting di Instastory akun Gubernur Jateng itu.

UMKM yang bergerak di bidang lukis dengan berbagai media seperti keramik, hijab, masker dan lain sebagainya itu mengalami kenaikan permintaan hingga 80 persen. Bahkan permintaan, terutama produk masker datang dari Amerika.

Maya, owner Diajeng Maya Art and Craft menceritakan bahwa usahanya itu mulai dirintis sejak tahun 2015 silam, berdasarkan hobinya melukis. Saat itu, karya lukis keramiknya menyabet juara souvenir keramik sekaligus juara favorit, dalam lomba souvenir yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Malang.

"Berdiri dari tahun 2015 pertengahan tepatnya. Awal mulanya sekedar hobi saja. Kebetulan di Malang Raya ada lomba souvenir yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Malang, dan saya mencoba ikut dan alhamdulillah dapat dua kategori sekaligus. Yang satu keramik dan favorit," ujarnya, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (7/7/2022).

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Pemprov Jateng Hadirkan Alat USG untuk Warga Karimunjawa

Pengalaman itu, kemudian dikembangkan menjadi usaha yang diberi nama Diajeng Maya Art and Craft yang bergerak di bidang lukis dengan berbagai media.

"Produknya yang jelas bergerak di bidang lukis dari berbagai media. Awalnya glass painting, karena belajarnya glass painting, terus berinovasi membuat tas lukis, hijab lukis, masker lukis, kain lukis dan lain-lain, juga ada daun lukis," paparnya.

Namun, usahanya yang sudah ditekuni beberapa tahun itu nyaris tumbang karena dihantam pandemi Covid-19. Di bulan puasa yang biasanya baniir orderan, saat itu sepi permintaan.

"Kondisi pandemi awalnya agak berat, waktu itu awal puasa, biasanya orderan sudah antre, tapi karena ada pandemi tiba-tiba mati dan banyak yang beralih ke sembako untuk memberikan bingkisan," kisahnya.

Ia pun berinovasi membuat masker lukis. Selain dibutuhkan untuk protokol kesehatan, maskernya sangat fashionable untuk digunakan. Kebetulan waktu itu ia sertakan masker lukis burung Garuda dan pulau Indonesia promo di Lapak Ganjar edisi Hari Pancasila.

"Akhirnya saya berinovasi buat masker lukis. Selain sehat untuk Prokes juga fashionaible. Waktu itu Pak Ganjar bikin edisi Pancasila saya mencoba bikin lukis Garuda dan pulau Indonesia. Alhamdulillah waktu Agustus itu banyak orderan kemerdekaan. Habis di-reposting Pak Ganjar, meningkat sampai 80 persen untuk masker lukisnya," ungkap Maya.

Pemintaan masker lukis paling jauh datang dari Amerika. Terumama bergambar wayang, karena banyak orang indonesia di Amerika ingin menunjukkan budaya Indonesia.

"Karena di sana banyak orang Indonesia yang ingin menunjukkan budaya Indonesia," imbuhnya.

Lantaran dirasa Lapak Ganjar memberikan manfaat yang signifikan, Maya kembali ikut mempromosikan produk keramik lukis di edisi lain.

"Juga keramik lukis saya dapat orderan dari keraton Surakarta, untuk membuat repro lukisan lagi yang mungkin sama beliau mau di pasang ke kafe atau pribadi. Yang jelas ada ordran dari keraton Surakarta. Waktu itu, keramik piring yang di pasang di tembok waktu itu minta gambar ikan sama kupu-kupu. Iya, lukisan jadul direpro lagi dibuat baru lagi untuk dipasang di sana," ucapnya.

Nah, semakin banyak permintaan, akhirnya Maya menggandeng Kumpulan Lukis di Malang Raya untuk berproduksi.

"Untuk memenuhi kebutuhan produksi karena saya bidang lukis tidak semua bisa melukis saya memilih teman yang bisa melukis. Malang, saya dan kabupaten punya kumpulan teman lukis, jadi berkolabrasi dengan mereka untuk memenuhi produksi," tuturnya.

Selain bisnis, Maya ingin mengampanyekan ke-Indonesiaan melalui gambar pada produk-produknya. Yakni berciri khas Indonesai dari adat budaya, serta flora dan fauna.

"Tujuan ingin memperkenalkan Indoensia ke mancanegara. Untuk penjualannya selain online saya ada offline, di gallery Atria Hotel, Rumah Solusi kota malang juga ada," jelasnya.

Baginya, program Lapak Ganjar sangat bagus untuk membantu UMKM. Sehingga, ia berharap Lapak Ganjar bisa selalu eksis.

"Pertama saya jelas ngefans berat sama Pak Ganjar, karena punya karisma khusus, sama rakyat itu bisa enak cara bergaul, berkomunikasi tidak kaku. Harapannya dengan adanya Lapak Ganjar berarti meningkatkan profit atau omset UMKM di Indonesia secara langsung. Kalau bisa terus ada bukan hanya masa pandemi saja," tandasnya.

Baca Juga: Dukungan di Masa Tersulit, Ukraina Terima Kasih ke Boris Johnson



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon