ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rebound, Neraca Pembayaran Indonesia Surplus US$ 2,4 Miliar

Jumat, 19 Agustus 2022 | 19:14 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Ilustrasi peti kemas untuk ekspor dan impor.
Ilustrasi peti kemas untuk ekspor dan impor. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Transaksi modal dan finansial triwulan II 2022 mencatat defisit sebesar US$ 1,1 miliar (0,3% dari PDB), membaik dibandingkan dengan defisit US$ 2,1 miliar (0,7% dari PDB) pada triwulan I 2022.

Kinerja transaksi modal dan finansial ditopang oleh aliran masuk neto (surplus) investasi langsung sebesar US$ 3,1 miliar, melanjutkan capaian surplus pada triwulan sebelumnya yang mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pemulihan ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga.

Selain itu, kinerja investasi portofolio juga menunjukkan perbaikan terbatas dengan mencatat defisit yang lebih rendah sebesar US$ 0,4 miliar, di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca Juga: Ekspor Melemah, Neraca Pembayaran Indonesia Defisit

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, transaksi investasi lainnya mencatat kenaikan defisit terutama disebabkan oleh peningkatan kebutuhan pembayaran kewajiban yang jatuh tempo sesuai pola kuartalan.

Ke depan, lanjut Erwin, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas perekonomian, serta melanjutkan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI: Neraca Pembayaran Triwulan III 2025 Tetap Baik

BI: Neraca Pembayaran Triwulan III 2025 Tetap Baik

EKONOMI
Neraca Pembayaran Defisit, BI Klaim Tetap Terkendali

Neraca Pembayaran Defisit, BI Klaim Tetap Terkendali

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon