Pariwisata Mulai Pulih, PANR Optimistis Kinerja Membaik
Senin, 31 Oktober 2022 | 18:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Seiring pulihnya sektor pariwisata, PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) optimistis mampu membukukan kinerja lebih baik pada akhir tahun 2022. Target tersebut juga didukung oleh implementasi smart operation dan efisiensi.
Corporate Secretary Panorama Sentrawisata, AB Sadewa menjelaskan, pada kuartal IV-2022, perseroan mulai menerima permintaan pesanan paket liburan untuk periode Natal dan libur akhir tahun dengan beragam destinasi domestik dan mancanegara. Beberapa destinasi domestik yang masih favorit selain Bali dan Yogyakarta, juga Labuan Bajo, Belitung, serta kota-kota yang mudah diakses melalui perjalanan darat.
"Sementara destinasi mancanegara yang masih diminati wisatawan antara lain Turki, Korea Selatan, Eropa Barat, dan Amerika Serikat," jelas Sadewa, di Jakarta, Senin (31/10/2022).
Untuk destinasi domestik, kata Sadewa, PANR sendiri telah menangani lebih dari 69.000 wisatawan Indonesia pada kuartal III-2022 baik untuk perjalanan domestik maupun internasional. "Sementara, untuk kedatangan wisatawan mancanegara, perseroan telah menangani lebih dari 10.000 wisatawan," tandasnya.
Sedangkan untuk konsumen korporasi, perseroan mengalami peningkatan dari pesanan bertipe corporate incentive atau perjalanan panjang yang dirancang khusus untuk suatu perusahaan yang ingin memberikan reward sekaligus meningkatkan kinerja tim dalam bentuk traveling.
"Tentunya diperlukan medium untuk meningkatkan teamwork dan engagement di antara para karyawan, maka pilihan perjalanan insentif atau corporate incentive trip ini merupakan sarana yang pas dan tepat untuk kembali meningkatkan engagement dan team work," ujar Sadewa.
Ia mengungkapkan, pada kuartal II dan III-2022 pemulihan terjadi di pilar inbound setelah diberlakukannya kebijakan visa on arrival dan dicabutnya ketentuan karantina bagi wisatawan mancanegara.
Sementara itu, pilar travel and leisure atau outbound terus mengalami peningkatan dengan semakin bertambahnya negara yang membuka sektor pariwisatanya dan penambahan frekuensi penerbangan.
"Dengan situasi yang semakin membaik, perseroan optimistis menjelang akhir tahun 2022 ini lebih baik dibanding tahun 2021. Tentunya, implementasi smart-operation dapat memperbaiki produktivitas dan juga meningkatkan profitabilitas perseroan menuju fase normalisasi di tahun depan," kata Sadewa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




