ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hidup dari Makanan Kaleng, Pengungsi Gaza Sudah Tak Mandi Berhari-hari

Senin, 16 Oktober 2023 | 11:32 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Seorang wanita Palestina menggendong anaknya yang terluka di jalan setelah serangan udara Israel di pusat Kota Gaza, Minggu, 15 Oktober 2023.
Seorang wanita Palestina menggendong anaknya yang terluka di jalan setelah serangan udara Israel di pusat Kota Gaza, Minggu, 15 Oktober 2023. (AP)

Rafah, Beritasatu.com – Banyak warga sipil Palestina yang meninggalkan Gaza mengaku, sudah tak mandi berhari-hari, setelah wilayahnya mendapat gempuran hebat dari militer Israel. Serangan itu telah memutus aliran air, listrik, dan pasokan makanan.

Salah seorang pengungsi Palestina, Ahmed Hamid (43) meninggalkan Kota Gaza bersama istri dan tujuh anaknya menuju ke Rafah setelah tentara Israel pada Jumat lalu memperingatkan penduduk di utara wilayah tersebut untuk pindah ke selatan.

"Kami sudah berhari-hari tidak mandi. Bahkan pergi ke toilet harus mengantre," kata Hamid kepada AFP.

ADVERTISEMENT

Ia melanjutkan,"Tidak ada makanan. Semua barang tidak tersedia, dan harga makanan yang ada tinggi. Satu-satunya makanan yang kami temukan hanyalah tuna kaleng dan keju. Saya merasa seperti beban, tidak mampu berbuat apa-apa."

PBB memperkirakan, sekitar satu juta orang telah mengungsi sejak Israel memulai pengeboman udara tanpa henti di Gaza sebagai pembalasan atas serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.

Serangan Hamas ke Israel itu menyebabkan lebih dari 1.400 orang tewas, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil.

Di wilayah Gaza, setidaknya 2.670 orang tewas, sebagian besar adalah warga sipil Palestina.

Israel juga memutus semua pasokan air, listrik dan makanan ke wilayah pesisir yang padat penduduknya itu. Namun, pada Minggu (15/10/2023), Israel melanjutkan pasokan air ke selatan Gaza.

Pengungsi Palestina lainnya, Mona Abdel Hamid (55), meninggalkan rumahnya di Kota Gaza menuju ke kediaman kerabatnya di Rafah. Namun, ia mendapati kerabatnya sudah tak ada di sana. "Saya merasa terhina dan malu. Saya mencari perlindungan. Kami tidak punya banyak pakaian dan sebagian besar pakaian sekarang kotor, tidak ada air untuk mencucinya," katanya.

Ia melanjutkan,"Tidak ada listrik, tidak ada air, tidak ada internet. Saya merasa seperti kehilangan rasa kemanusiaan saya."



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina, Israel Marah!

Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina, Israel Marah!

SPORT
300 Wartawan Tewas, PBB: Gaza Tempat Paling Berbahaya bagi Jurnalis

300 Wartawan Tewas, PBB: Gaza Tempat Paling Berbahaya bagi Jurnalis

INTERNASIONAL
Tim Relawan Indonesia Bersiap Mulai Misi Kemanusian ke Gaza via Darat

Tim Relawan Indonesia Bersiap Mulai Misi Kemanusian ke Gaza via Darat

INTERNASIONAL
Kemenlu RI Kecam Spanduk Israel di RS Indonesia Gaza

Kemenlu RI Kecam Spanduk Israel di RS Indonesia Gaza

INTERNASIONAL
Angelina Jolie Ungkap Kisah Nyata Kehidupan Pilu Warga di Gaza

Angelina Jolie Ungkap Kisah Nyata Kehidupan Pilu Warga di Gaza

LIFESTYLE
Baznas Bangun Kelas Darurat untuk Pendidikan Anak Gaza

Baznas Bangun Kelas Darurat untuk Pendidikan Anak Gaza

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon