Kendaraan Lapis Baja Israel Meledak dalam Pertempuran di Gaza, 8 Tentara Tewas
Minggu, 16 Juni 2024 | 10:15 WIB
Rafah, Beritasatu.com – Sebuah kendaraan lapis baja Israel meledak dalam pertempuran jalanan antara tentara zionis melawan milisi Hamas di Gaza selatan pada Sabtu (15/6/2024). Sebanyak delapan tentara Israel dilaporkan tewas.
Militer Israel mengatakan, para tentara tersebut tewas ketika kendaraan lapis baja Namer yang mereka tumpangi meledak di dekat kota Rafah di ujung selatan Gaza. Lokasi tersebut menjadi tempat pertempuran jalanan yang sengit.
“Terjadi kerusakan yang sangat serius pada kendaraan dan penumpangnya, serta ledakan besar sehingga sulit untuk mengidentifikasi dan menemukan lokasi jenazah,” kata militer Israel.
Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan, ledakan tampaknya berasal dari alat peledak yang ditanam di daerah tersebut atau dari penembakan rudal anti-tank.
Korban tewas pada Sabtu itu merupakan salah satu yang terberat bagi militer Israel, sejak mereka memulai serangan darat ke Gaza pada 27 Oktober 2024. Militer Israel (IDF) mengeklaim, korban tewas tentaranya sejak perang darat ke Gaza mencapai 306 orang.
Jumlah korban jiwa terbanyak terjadi saat 21 tentara Israel tewas diserang granat peluncur roket (RPG) pada 22 Januari 2024. RPG tersebut menyerang sebuah tank di dekat bangunan di Gaza yang hendak diledakkan Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan penghormatan kepada para tentara yang tewas. “Hati kami hancur karena kehilangan yang mengerikan ini, Meskipun harus menanggung konsekuensi yang berat dan meresahkan, kita harus berpegang teguh pada tujuan perang,” ujarnya.
Di Tel Aviv, para pengunjuk rasa menentang cara Pemerintah Israel menangani perang Gaza. Para pengunjuk rasa merasa marah dan kecewa.
“Saya yakin pemerintahan ini tidak berfungsi dan kita harus mengadakan pemilu sekarang,” ujar pengunjuk rasa Graciela Barchilon (68).
Di Kota Rafah, Gaza, para saksi melaporkan bentrokan antara milisi Hamas dan pasukan Israel di barat kota berlangsung sengit. Tembakan artileri Israel mengarah ke arah kamp pengungsi di pusat kota.
PBB mengatakan sekitar satu juta orang telah meninggalkan Rafah sejak awal Mei 2024, ketika Israel memulai serangan darat di kota tersebut untuk mengejar anggota Hamas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




