Uni Eropa Jatuhkan Sanksi pada 22 Pejabat Belarusia
Kamis, 3 Maret 2022 | 14:02 WIB
Brussels, Beritasatu.com- Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi kepada 22 pejabat dan personel militer Belarusia yang diduga berkontribusi invasi Rusia di Ukraina. Seperti dilaporkan TASS, Rabu (2/3/2022), Jurnal Resmi Uni Eropa menyatakan sanksi dijatuhkan karena partisipasi negara itu dalam operasi militer Rusia.
"Mengingat gawatnya situasi dan fakta bahwa Belarusia berpartisipasi dalam invasi Rusia yang tidak beralasan terhadap Ukraina dengan mengizinkan agresi militer dari wilayahnya, Dewan menganggap bahwa 22 orang harus ditambahkan ke daftar orang, entitas, dan badan yang tunduk pada tindakan pembatasan," kata pernyataan itu.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada 24 Februari bahwa sebagai tanggapan atas permintaan para pemimpin republik Donbass, dia telah membuat keputusan untuk melakukan operasi militer khusus. Kepala negara Rusia menekankan bahwa Moskwa tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina.
Baca Juga: Belarusia Pindahkan Lebih Banyak Pasukan ke Perbatasan Ukraina
Seperti dilaporkan Politico, Seperti dilaporkan Politico, Rabu (2/3/2022), selama beberapa bulan terakhir, Belarus telah mengizinkan puluhan ribu tentara Rusia masuk ke wilayahnya untuk apa yang awalnya digambarkan sebagai latihan militer. Tapi minggu lalu, pasukan Rusia itu menjadi bagian dari serangan multi-front di Ukraina.
Pada Selasa, Ukraina juga mengklaim Belarusia telah mengirim pasukannya sendiri ke Ukraina. Namun seorang pejabat pertahanan AS beberapa jam kemudian mengatakan tidak melihat "indikasi" tentang hal itu. Pemimpin Belarusia Alexander Lukashenko juga membantah terlibat langsung.
Sanksi UE terbaru datang setelah Inggris pada Selasa mengesahkan tahap awal hukumannya sendiri terhadap Belarusia atas dukungan yang diberikan Minsk kepada Moskwa selama pembangunan militernya dan serangan selanjutnya terhadap Ukraina. Pekan lalu, AS juga memukul Belarusia dengan hukumannya sendiri.
Baca Juga: Presiden Zelensky Tolak Belarusia Sebagai Tempat Perundingan
Belarusia sudah berada di bawah sanksi Uni Eropa, AS, dan Inggris yang berat atas perilaku Lukashenko yang semakin represif di dalam negeri. Selama berbulan-bulan, ia telah memimpin tindakan keras terhadap perbedaan pendapat domestik setelah pemilihan yang secara luas dianggap curang. Musim panas lalu, Lukashenko memaksa turun penerbangan Ryanair untuk menahan seorang jurnalis pembangkang.
Sanksi UE sebelumnya telah menargetkan sektor perbankan, minyak, tembakau dan pupuk Belarusia, serta sejumlah besar perusahaan dan individu yang terkait dengan rezim.
Sanksi hari Rabu terhadap sektor kalium Belarusia sangat penting, karena merupakan ekspor utama negara tersebut dan digunakan di banyak negara Eropa untuk berbagai produk.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




