Rusia, AS dan Inggris Saling Lempar Tuduhan di PBB Soal Senjata Kimia
Rabu, 23 Maret 2022 | 08:03 WIB
New York, Beritasatu.com – Para diplomat Rusia, Amerika Serikat dan Inggris saling melempar tuduhan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (22/3/2022) atas kemungkinan serangan senjata kimia di Ukraina. Tetapi tidak ada yang menghasilkan bukti untuk mendukung kekhawatiran mereka.
Komentar tersebut dibuat oleh para diplomat kepada wartawan setelah Rusia mengangkat masalah kebocoran amonia di kota Sumy di timur laut Ukraina yang terkepung, menyalahkan "kelompok nasionalis radikal Ukraina", selama pertemuan tertutup Dewan Keamanan (DK) PBB. Tuduhan itu ditolak oleh Inggris dan Amerika Serikat.
Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy mengatakan pasukan Rusia "tidak pernah merencanakan atau melakukan serangan terhadap fasilitas Ukraina di mana zat beracun disimpan atau diproduksi".
Baca Juga: PBB Bakal Gelar Pemungutan Suara Terkait Invasi Rusia ke Ukraina
"Jelas bahwa otoritas nasionalis Ukraina, didorong oleh negara-negara Barat tidak akan berhenti untuk mengintimidasi rakyatnya sendiri dan melancarkan serangan dengan menuduh Rusia," kata Polyanskiy.
Ini adalah ketiga kalinya Rusia mengangkat masalah senjata biologis atau kimia sejak memulai apa yang disebutnya "operasi militer khusus" pada 24 Februari untuk "demiliterisasi" Ukraina. Barat dan Ukraina menolak itu sebagai dalih palsu untuk menyerang negara demokratis.
"Sulit untuk tidak menyimpulkan, mengingat rekor mereka di Inggris, di Rusia melawan Alexei Navalny, mengingat apa yang telah kita lihat di Suriah, bahwa ini mungkin menjadi awal bagi Rusia sendiri yang menciptakan semacam serangan senjata kimia, " Duta Besar Inggris untuk PBB Barbara Woodward mengatakan kepada wartawan.
Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield menolak tuduhan Rusia, dan menyatakan sebagai "menggelikan".
"Kekhawatiran kami adalah bahwa ini adalah awal dari rencana Rusia untuk menggunakan senjata kimia," katanya.
Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan pada hari Selasa bahwa Amerika Serikat belum melihat indikasi konkret dari serangan senjata kimia atau biologi Rusia yang akan segera terjadi di Ukraina. Tetapi pihak intelijen sedang memantau dengan cermat.
Presiden Joe Biden mengatakan pada hari Senin, tanpa memberikan bukti, soal tuduhan palsu Rusia bahwa Kyiv memiliki senjata biologi dan kimia mengindikasikan, Presiden Rusia Vladimir Putin sedang mempertimbangkan untuk menggunakannya sendiri di Ukraina.
Baca Juga: Biden Peringatkan Kemungkinan Rusia Gunakan Senjata Kimia
Polyanskiy menyamakan situasi di Ukraina dengan Suriah, di mana dia mengatakan serangan kimia oleh "kelompok teroris" disalahkan pada pemerintah Suriah yang didukung Rusia.
Penyelidikan gabungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menemukan pemerintah Suriah menggunakan zat saraf sarin dan beberapa kali menggunakan klorin sebagai senjata. Mereka juga menyalahkan ISIS atas penggunaan gas mustard.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




