Sekolah Pelita Harapan Terapkan Checklist untuk Pembelajaran Tatap Muka
Kamis, 6 Mei 2021 | 08:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sekolah Pelita Harapan (SPH) melakukan sejumlah inovasi untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka. Salah satunya, meminta orang tua untuk mengisi checklist (daftar periksa) sebagai sistem kontrol untuk penerapan protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di sekolah.
"Pembiasaan kenormalan baru perlu dilakukan dan SKB 4 Menteri sudah memberi informasi jelas apa yang menjadi tugas orang tua di rumah dan tugas anak di sekolah," kata Administrative Principal SPH Kemang Village, Rosma Indriana Purba, dalam webinar Hari Pendidikan Nasional bertema "Mempersiapkan Sekolah Tatap Muka dan Masa Depan Format Pendidikan" yang digelar Beritasatu Media Holdings, Rabu (5/5/2021).
SKB 4 Menteri yang dimaksud adalah Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang dikeluarkan 30 Maret 2021. SKB tersebut ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Menurut Rosma, SKB 4 Menteri harus dipahami orang tua untuk menyiapkan putra putrinya melakukan pembelajaran tatap muka. SPH sendiri, ujarnya, memberikan checklist khusus agar orang tua mempunyai gambaran persiapan yang harus mereka lakukan sesuai SKB tersebut.
"Checklist ini penting, misalnya kamu sudah bawa masker atau belum ke sekolah? Sebelum berangkat sudah makan atau belum?" ujar Rosma.
Rosma menyebut checklist dilampirkan bersama surat permohonan izin orang tua untuk pembelajaran tatap muka. Jika orang tua merasa mampu melakukan persiapan yang dicantumkan, maka mereka bisa lebih yakin anak-anaknya aman di sekolah.
"Untuk memastikan pembelajaran tatap muka berjalan baik, kita harus meyakinkan orang tua bahwa mereka mitra pendidikan anak-anaknya dan sekolah mempunyai unsur signifikan untuk meyakinkan orang tua," kata Rosma.
Rosma mengatakan SPH menggandeng Rumah Sakit Siloam untuk menyusun protokol kesehatan secara komprehensif. SPH juga terus melakukan sosialisasi kepada orang tua, serta melibatkan orang tua lewat pertemuan daring untuk persiapan pembelajaran tatap muka.
"Dengan persiapan menggandeng dinas kesehatan, menggandeng orangtua untuk mendapatkan informasi menyeluruh. Pihak sekolah pada akhirnya dapat merasa yakin, ya sudah waktunya kita buka," ujar Rosma.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




