Virtual Reality Tingkatkan Daya Kritis dan Pemahaman Siswa
Selasa, 20 Juli 2021 | 11:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi covid-19 menyebabkan kebutuhan teknologi di dunia pendidikan semakin meningkat, seiring transformasi perubahan metode pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran online.
Data Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) menyatakan, di tahun 2020 sebanyak 87% lembaga pendidikan di Indonesia melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan sisanya sebesar 13% melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).
Transformasi metode pembelajaran ini mengakibatkan ketidaksiapan pendidik, peserta didik bahkan institusi pendidikan dalam menerima perubahan yang terjadi. Isu learning loss pun muncul akibat pembelajaran online selama pandemi Covid-19.
Hal ini mengakibatkan pendidik mencari solusi untuk mengatasi learning loss dengan melakukan inovasi teknologi dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) agar pembelajaran dapat berjalan efektif dan maksimal.
Salah satu teknologi solutif yang dapat meningkatkan penyerapan pengetahuan dan menurunkan learning loss di beberapa negara adalah teknologi virtual reality atau VR.
Teknologi ini terbukti mampu meningkatkan pencapaian siswa dalam hal pemahaman materi, peningkatan emosi positif, hingga kemampuan berpikir kritis.
Pembuktiannya telah dilakukan di banyak negara dalam bentuk penelitian yang bahkan sudah mencapai lebih dari 3.000 penelitian.
Millealab, all-in-one platform pembuat konten pembelajaran berbasis virtual reality di Indonesia pun sudah melakukan uji coba di 10 provinsi terdiri dari 1.800 peserta didik.
Berdasarkan data uji coba yang dilakukan, penggunaan VR dapat meningkatkan emosi positif siswa hingga 90%, meningkatkan daya ingat dan pemahaman siswa pada konteks pembelajaran hingga 80%, dan juga mampu meningkatkan nilai rata-rata kelas hingga 53%.
Guru Binar bekerja sama dengan Millealab melaksanakan program VR Ambassador yang bertujuan untuk mencetak tenaga pendidik yang dapat menjadi pionir teknologi immersive dalam dunia pendidikan di Indonesia dan mengkoneksikan seluruh jaringan pendidikan di Indonesia dengan teknologi virtual reality sehingga dapat mendemokrasikan teknologi pendidikan.
Program VR Ambassador ini telah dilaksanakan selama 6 bulan, sejak pertama kali diluncurkan pada tanggal 21 Januari 2021 hingga Juni 2021.
Guru Binar dengan Millealab mengadakan inaugurasi VR Ambassador yang berhasil mencetak total 2.500 pionir virtual reality dari 27 provinsi di Indonesia yang secara aktif dapat membuat pembelajaran berbasis virtual reality dan dapat menerapkannya dalam KBM.
Acara ini dihadiri Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemperin Gati Wibawaningsih, Direktur GTK Pendidikan Dasar Ditjen GTK Kemdikbudristek Dr Rachmadi Widiharto MA, serta beberapa tamu undangan Kepala Dinas Pendidikan dari beberapa wilayah seperti DKI Jakarta, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Karawang, dan sebagainya.
Head of Program Putera Sampoerna Foundation, Juliana mengatakan, hal ini merupakan bentuk dukungan dan apresiasi pemerintah daerah terhadap hasil kerja keras dan pencapaian VR Ambassadors dalam melaksanakan program ini hingga akhir.
"Inaugurasi kelulusan VR Ambassador merupakan langkah awal untuk kita terus berinovasi dalam pembelajaran sebagai upaya mereduksi learning loss dan mencetak lulusan yang inovatif, solutif, dan kreatif," kata Juliana.
Managing Director Millealab, Andes Rizky, menambahkan, inaugurasi kelulusan VR Ambassador ini merupakan gerbang baru bagi pendidik dalam mengoptimalkan teknologi virtual reality untuk menciptakan suasana yang bahagia bagi peserta didik agar lebih bahagia dalam belajar.
"Seperti tagline Millealab yaitu #bahagiabelajar, kami harap Guru Binar, Millealab serta VR Ambassador lainnya dapat melengkapi merdeka belajar dengan bahagia belajar," kata Andes.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




