Jangan Anggap Sepele Soal Kesehatan Gigi
Sabtu, 23 Maret 2013 | 00:30 WIB
Jakarta - Berdasarkan data yang dirilis oleh FDI, 90% populasi penduduk dunia memiliki masalah pada bagian rongga mulut. Masalah ini berbentuk karies gigi, penyakit jaringan penyangga gigi hingga kanker mulut.
Hal itu pula yang membuat FDI menjadikan World Oral Health Day (Hari Kesehatan Gigi Dunia) 2013, sebagai pedoman kerjasama untuk mencegah timbulnya epidemik penyakit sekaligus mengajak masyarakat untuk berperan serta menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Zaura Rini menjelaskan, Hari Kesehatan Gigi Dunia selalu diperingati untuk pencegahan lebih awal dan membiasakan pola hidup sehat sejak dini.
"Masalah kesehatan gigi tidak boleh dianggap sepele, dengan perayaan hari kesehatan gigi dunia ini ingin mengedukasi masyarakat agar membiasakan diri untuk menjadikan generasi sehat" jelas Zaura dalam kegiatan Dunia Senyum Sehat, Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia yang diadakan oleh Pepsodent di Gandaria City, Jakarta, Jum'at (22/3).
Menurut Rini, kesehatan gigi juga memberikan berpengaruh besar terhadap kesehatan tubuh, mengingat saling ada keterkaitan diantara satu dengan lainnya.
"Tindakan pencegahan lebih awal dan membiasakan pola hidup sehat sejak dini tentu merupakan kunci dalam masalah kesehatan gigi dan mulut," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis penyakit dalam Tengku Bahdar mengatakan, kondisi gigi yang tidak bersih dapat menyebabkan penyakit kronis lainnya.
"Kelainan gigi bisa menjadi kelainan berat yang menyebar ke seluruh tubuh, ke jantung, tulang, ginjal, dan lainnya" ujarnya.
Menurut Badar, sekitar 60% penyebab munculnya penyakit pada gigi dan mulut juga disebabkan dari karies gigi yang tidak ditangani lebih baik.
"Karenanya, masyarakat mesti sadar bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut itu sangat penting," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




