Teppi: DCS Bermasalah Disebabkan Banyak Faktor

Selasa, 7 Mei 2013 | 15:54 WIB
RW
FH
Penulis: Robertus Wardi | Editor: FER
Ilustrasi pendaftaran caleg di KPU.
Ilustrasi pendaftaran caleg di KPU. (BeritaSatu.com)

Proses awal pencalegan ini akan menentukan wajah parlemen pasca pemilu 2014.

Jakarta - Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Teppi) Jeiry Sumampow mengemukakan ada beberapa faktor yang menyebabkan daftar calon sementara (DCS) anggota legislatif sarat masalah.

Pertama, KPU sangat longgar dalam hal jadwal pencalonan. Tidak ada ketegasan dari KPU sehingga parpol melaksanakan proses tahapan tidak sungguh.

Masalah lainnya adalah proses rekrutmen caleg di partai belangsung kacau balau. Tidak disiplin dan tidak tertib serta terburu-buru.

"Partai enggak tegas dengan para anggota yang mau mendaftar sebagai caleg partai," kata Jeiry di Jakarta, Selasa (7/5) pagi.

Di sisi lain, ia menjelaskan para bacaleg kelihatannya tak mempersiapkn diri dengan baik.

Mereka tidak sungguh merencanakan untuk menjadi caleg. Bagi mereka proses menjadi caleg sama saja dengan upaya mencari pekerjaan.
"Diterima syukur dan kalau tidak juga enggak masalah. Semacam adu nasib saja," tuturnya.

Menurutnya, masa penyempurnaan ini tentunya harus digunakan oleh parpol dan bacaleg untuk melakukan perbaikan terhadap data yang belum lengkap. Masa akhir penyerahan bakal DCS itu bukan 22 April lalu, tetapi nanti sampai batas perbaikan ini berakhir.

Dia berharap Bawaslu dan lembaga-lembaga pemantau harus mencermati seluruh proses ini. Kalau tidak maka berpotensi terjadi pengaturan antara parpol dengan KPU.

Sebab banyak juga yang tak jelas dalam proses perbaikan ini. Misalnya, data apa saja yg boleh diperbaiki partai. Apakah partai boleh menambahkan bacaleg baru? Apakah partai boleh mengganti bacaleg yg sudah mereka daftarkan di dapil tertentu? Atau, jika sebelumnya partai tak memasukan bacaleg di salah satu dapil, apakah dimasa perbaikan ini partai tersebut bisa memasukan bacaleg baru?

"Masih banyak pertanyaan lain yang bisa dikemukakan karena tak jelas. Karena itu, pengawasan bawaslu dan panwas dilapangan sangat diperlukan. Begitu juga pengawasan masyarakat lewat lembaga-lembaga pemantau yang ada. Agar seluruh proses tersebut berlangsung secara baik dan bersih sesuai prosedur yg semestinya," tambah dia.

"Saya kita, proses awal pencalegan ini akan menentukan wajah parlemen pasca pemilu 2014. Kalau untuk memenuhi syarat saja sudah sangat sulit dan mencalonkan diri pada 2 partai, maka sulit kita mengharapkan mereka menjadi anggota legialatif yg baik nantinya," ungkapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon