Demam "Cronut" di New York Mulai Mendunia
Jumat, 14 Juni 2013 | 11:03 WIB
Manhattan - Belum sampai jam menunjukkan pukul 7 pagi di Soho, New York, puluhan orang --bahkan beberapa dari mereka masih mengenakan piyama-- sudah mengantre di depan salah satu toko kue.
Seorang reporter radio lokal yang penasaran ikut turun ke jalan dan bertanya mengapa mereka rela antre berjam-jam di pagi hari.
Jawabannya hanya satu: "Cronut."
Beberapa orang bahkan sudah berdiri di depan bakery tersebut dari jam 5.30 pagi dan menunggu sampai wangi pastry tercium hingga ke jalan, yang artinya toko itu sedang bersiap-siap menghidangkan sajian cronuts istimewa.
Tak lama, toko itu dibuka pada pukul 09.00 pagi dan kerumunan orang langsung menyerbu masuk.
Cronut merupakan gabungan croissant dan donat yang diisi dengan krim vanila lembut atau varian krim lainnya. Donat pastry ini baru diperkenalkan kepada warga New York pada pertengahan Mei lalu dan langsung menjadi tren.
Inovasi terbaru cronut merupakan karya brilian pastry chef Dominique Ansel, yang menggarap resepnya selama dua bulan dan mengujicoba jenis donat pastry ini hingga 10 kali untuk mendapatkan konsistensi adonan yang tepat.
Mirip seperti pembuatan pastry, adonan cronut juga diuleni, diratakan, kemudian dilipat hingga mendapatkan lapisan yang indah. Setelah itu adonan digoreng dan disuntikkan dengan krim.
Proses pembuatan cronut memakan waktu tiga hari sebelum dihidangkan.
Sebagai kreator asli, Ansel tahu resep rahasianya itu sangat diminati orang saat dia melihat antrean 30 orang di depan bakery-nya pada hari kedua penjualan cronut. Barisan antrean tersebut kemudian semakin panjang hari demi hari.
Melonjaknya peminat cronut membuat Ansel harus mengambil keputusan sulit, yaitu membatasi pembelian cronut. Tiap orang yang awalnya diizinkan memborong hingga enam cronut, kini hanya bisa membeli dua per transaksi.
Demi alasan "quality control, Ansel mengatakan tokonya hanya membuat 200 cronut tiap harinya.
Ansel mendirikan toko rotinya bersama Daniel Boulud, pastry chef terkenal di Restoran Daniel, New York. Sebelumnya, Ansel bekerja di perusahaan makanan Prancis terkenal Fauchon yang sudah mendunia.
Ansel mengatakan dia tidak menyangka kalau cronutnya bisa membuat heboh warga New York dan bahkan mendunia.
Tak hanya menjadi patron di bidang fashion, New York memang dikenal sebagai pusat tren dessert dunia. Dari red velvet, rainbow cakes, macaroon, hingga mille crepes, semuanya menjadi tren di setiap bakery.
Setiap kali tren dessert terbaru masuk ke setiap negara, menu-menu dessert cantik tersebut langsung menghiasi kaca display toko kue dan menjadi pesanan paling laris.
Di balik kehebohan orang akan cronut, Ansel hanya menduga ketertarikan banyak orang mungkin karena tekstur cronut yang mirip croissant tapi dibentuk seperti donat yang dilapisi krim lembut.
Sepotong cronut yang hanya dijual seharga $5 (atau sekitar Rp 50.000) bisa melonjak hingga delapan kali lipat hingga Rp 400.000 oleh orang-orang yang menjualnya lewat situs komunitas komersil Craigslist.
Bahkan, dari chef pastry profesional hingga pemasak amatir berusaha meniru kreasi cronut milik Ansel lewat berbagai resep yang mereka coba.
Walau banyak orang yang berusaha meniru, Ansel justru mengatakan dia tersanjung dengan banyaknya imitasi cronut kreasinya. "Saya pikir adalah hal yang baik bisa menginspirasi orang-orang," katanya.
Dia yakin, hanya bakery-nya lah yang akan tetap menjadi tempat satu-satunya orang bisa menikmati keaslian cronut. "Kami telah mematenkan kata tersebut," ujarnya.
Kesigapannya mematenkan cronut memang benar-benar keputusan yang tepat.
Tak butuh waktu yang lama, kehebohan cronut yang awalnya hanya menghebohkan New York menjalar hingga ke seluruh AS dan kini bahkan mulai mendunia.
Sebuah bakery di Melbourne, Australia, mencoba meniru cronut dengan nama "dossant" (donat-croissant). Toko kue di Washington, D.C menjual hal yang sama dengan menamakan "doissant", sementara di Oakmont, Pennsylvania, disebut sebagai "doughsant".
Tetap saja, tidak ada satupun bakery yang bisa menandingi sebutan yang paling menarik dan enak didengar, yaitu "cronut".
Penasaran? Kita tunggu saja kapan demam cronut ini masuk ke Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




