Lain Hari, Lain Berkahnya
Selasa, 23 Juli 2013 | 09:37 WIB
Teringat kembali kenangan saat akhirnya dua bidadariku, ibunda tercinta, dan istriku terpaksa meneteskan air mata. Saat itu pertengahan Juli 2008, saya sudah memutuskan untuk keluar dari sebuah lembaga swadaya masyarakat LSM yang telah mendidik dan memberi banyak pelajaran. Alasannya sederhana: mau mencari pendapatan yang lebih baik. Dan bismillah, akhirnya secara resmi saya sampaikan surata pengunduran diri ke pimpinan LSM itu.
Keputusan ini dibuat, setelah sebelumnya ada tawaran kerja sama bisnis dari orang Singapura. Walaupun akhirnya kerja sama itu batal karena hanya menguntungkan mereka, tetapi merugikan kami.
Setelah informasi itu saya sampaikan ke istri, dia langsung menangis karena berpikir suaminya tidak bekerja lagi. Saat menangis, wajahnya kian cantik. Begitu juga dengan umi, ikut menangis. Maklum, mungkin umi tidak mau anaknya dikucilkan karena tidak punya pekerjaan.
Atas tangisan kedua bidadari itu, saya tetap tersenyum dan sebuah kalimat meluncur. "Bismillah, semua sudah Allah atur. Kita tetap sabar dan ikhlas saja."
Seminggu setelah saya keluar dari LSM itu, ada seorang sahabat menginformasikan ada lowongan di sebuah perusahaan televisi kabel. Bismillah, informasinya segera saya respons dan lamaran saya kirim via email pada Jumat. Pada hari Minggu saya ditelepon untuk menjalani tes dan wawancara keesokan harinya.
Dengan bekal seadanya, saya menuju kantor perusahaan yang beralamat di kawasan Kuningan, Jakarta itu. Dengan izin Allah, akhirnya saya diterima bekerja dan sampai hari ini masih berada di televisi kabel tersebut.
Begitu banyak berkah, rezeki, dan segala kebaikan yang saya dapatkan dari banyaknya sahabat, walaupun perlahan sekali saya membalas kebaikan mereka. "Berilah aku kekuatan untuk dapat senantiasa berbuat baik dan terbaik bagi sahabat, saudara kami, ya Allah," kataku.
Benarlah apa yang Rasulullah Muhammad SAW sampaikan. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,"Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: (artinya) siapa yang senang untuk dilapangkan rezeki dan diakhirkan ajal (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahmi." (Shahihul Bukhari, Kitabul Adab, Bab Man Busitha Lahu fir Rizqi Bishilatir Rahim, no. 5985, 10/415)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




