MNC Securities: Tren Pelemahan Masih Terjadi
Selasa, 20 Agustus 2013 | 07:30 WIB
Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan menyusul terus tertekannya rupiah.
"Sejumlah persoalan domestik masih menjadi sentimen negatif bursa," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, dalam risetnya, Selasa (20/8).
Dia mengatakan, salah satu pemicu kejatuhan IHSG, khususnya Senin yang turun tajam mencapai -255,14 poin (-5,584%) adalah melemahnya dollar terhadap rupiah. Kejatuhan indeks dipicu terjadinya penjualan bersih asing (net sell asing Rp 1,78 triliun sehingga net sell asing selama tahun berjalan (year to date/YTD) mencapai Rp 8,41 triliun.
Edwin mengatakan, ada dua faktor penyebab kejatuhan tajam rupiah dan IHSG dalam perdagangan Senin yakni secara fundamental dan sentimen. Sejumlah hal yang termasuk kategori fundamental yakni ekspektasi inflasi Agustus yang masih tinggi, tidak dinaikkannya BI Rate, serta defisit anggaran, perdagangan & current account yang mencapai 4,4% di kuartal II/2013.
Hal ini diperburuk dengan perlambatan produk domestik bruto (GDP) dan Thailand yang mulai memasuk resesi serta rencana pengurangan paket stimulus The Fed.
Secara teknikal, Edwin memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berada di kisaran 4.236 - 4.463. "Pola Three Black Crows mengindikasikan bearish continuation, artinya indeks masih melajutkan penurunan," kata Edwin.
Sementara untuk saham pilihan adalah:
MAPI 5650-6000 (TP 2013F:8000) Pola Morning Doji Star terbentuk atas MAPI mengindikasikan melambatnya tekanan jual. BOW 5750
MYOR 32700-33400 (TP 2013F:36500) Pola Four Price Doji terbentuk atas MYOR mengindikasikan melambatnya aksi beli. BOW 32850
JSMR 5750-6050 (TP 2013F:6500) Pola Black Marubozu terbentuk atas JSMR mengindikasikan Bearish Reversal. BOW 5800
UNVR 28700-30250 (TP 2013F:37050) Pola Black Closing Marubozu terbentuk atas UNVR mengindikasikan Bearish Reversal. BOW 29100
ITMG 26850-28750 (TP 2013F:35000) Pola Black Opening Marubozu terbentuk atas ITMG mengindikasikan Bearish Reversal. BOW 27450
HRUM 2650-2875 (TP 2013F:3350) Pola Black Candle terbentuk atas HRUM mengindikasikan Bearish Reversal. BOW 2700
PGAS 5300-5600 (TP 2013F:6700) Pola Black Marubozu terbentuk atas PGAS mengindikasikan Bearish Reversal. BOW 5350
INCO 1860-2025 (TP 2013F:2300) Pola Black Marubozu terbentuk atas INCO mengindikasikan Bearish Reversal. BOW 1900
ANTM 1210-1320 (TP 2013F:1530) Pola Black Candle terbentuk atas ANTM mengindikasikan Bearish Reversal. BOW 1250
CTRA 1030-1150 (TP 2013F:1650) Pola Two Black Crows terbentuk atas CTRA mengindikasikan Bearish Continuation. BOW 1070
AKRA 4800-5050 (TP 2013F:4850) Pola Four Price Doji terbentuk atas AKRA mengindikasikan melambatnya aksi beli. BOW 4850
INDF 6150-6700 (TP 2013F:8100) Pola Two Black Crows terbentuk atas INDF mengindikasikan Bearish Continuation. BOW 6250
KLBF 1290-1410 (New TP 2013F:1600) Pola Three Black Crows terbentuk atas KLBF mengindikasikan Bearish Continuation. BOW 1330
TOTL 850-970 (TP 2013F:1440) Pola Black Marubozu terbentuk atas TOTL mengindikasikan Bearish Reversal. BOW 890
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




