Siapakah John Sauven Itu Sebenarnya?
Kamis, 13 Oktober 2011 | 20:14 WIB
John Sauven merupakan tokoh yang berperan menyelamatkan hutan tropis di dunia.
Direktur Eksekutif Greenpeace John Sauven dicegah memasuki wilayah Indonesia, Rabu (13/10). Bagi orang awam, tentu nama Sauven masih terdengar asing di telinga. Pekan ini Sauven dijadwalkan berdiskusi mengenai deforestasi di Indonesia.
Sayangnya saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Sauven dicegah petugas imigrasi. Itu berarti Sauven gagal bertemu dengan pebisnis seperti petinggi minyak sawit Golden Agri Resources. Sauven juga gagal bertemu duta besar Inggris untuk Indonesia, Mark Canning.
Pencekalan ini berarti Sauven gagal mengunjungi negara yang dicintainya. Ia beberapa kali mengunjungi Indonesia sebelumnya dimana saat kunjungan awalnya ke Bali, pria berusia 57 tahun itu menikah.
Sauven tinggal bersama istri serta dua putranya di London. Ia sudah bergabung bersama Greenpeace selama 20 tahun dan sebelum menjadi Direktur Eksekutif Greenpeace Inggris, ia bekerja bersama pebisnis dan memberikan solusi pada masalah lingkungan.
Ia menjadi salah satu pionir teknologi Greenpeace bernama Greenfreeze yang kini menjadi standar industri pendinginan di seluruh dunia. Teknologi ini merupakan teknologi komersil pertama yang menggunakan bahan non kimia yang tak membahayakan lapisan oksigen.
Sauven juga bekerja untuk melindungi hutan tropis di seluruh dunia. Ia mengoordinasikan kampanye secara internasional untuk menyelamatkan sebagian besar wilayah Amazon dari kehancuran karena produsen kedelai. Sauven kemudian membentuk aliansi multinasional bersama perusahaan seperti McDonalds serta perusahaan asal Brasil terkait produksi makanan dan kedelai. Kampanye ini terbukti menjadi salah satu kampanye tersukses Greenpeace.
Salah satu obsesi Sauven adalah mengembangkan model bisnis baru untuk menyelamatkan hutan tropis Great Bear di Kanada. Penerimaan dari industri perkayuan serta pemerintah yang kini memberikan proteksi lebih banyak pada hutan serta standar sertifikasi yang bertanggung jawab tak lepas dari kerja keras Sauven.
Sayangnya pria yang berhasil mengembangkan solusi menyelamatkan sumber daya hutan dunia dan berperan penting mengembangkan teknologi untuk menyelamatkan lapisan ozon ini justru dicegah masuk ke Indonesia. Padahal kedatangan Sauven ke Indonesia merupakan salah satu upaya penting menyelamatkan deforestasi di hutan kita.
Direktur Eksekutif Greenpeace John Sauven dicegah memasuki wilayah Indonesia, Rabu (13/10). Bagi orang awam, tentu nama Sauven masih terdengar asing di telinga. Pekan ini Sauven dijadwalkan berdiskusi mengenai deforestasi di Indonesia.
Sayangnya saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Sauven dicegah petugas imigrasi. Itu berarti Sauven gagal bertemu dengan pebisnis seperti petinggi minyak sawit Golden Agri Resources. Sauven juga gagal bertemu duta besar Inggris untuk Indonesia, Mark Canning.
Pencekalan ini berarti Sauven gagal mengunjungi negara yang dicintainya. Ia beberapa kali mengunjungi Indonesia sebelumnya dimana saat kunjungan awalnya ke Bali, pria berusia 57 tahun itu menikah.
Sauven tinggal bersama istri serta dua putranya di London. Ia sudah bergabung bersama Greenpeace selama 20 tahun dan sebelum menjadi Direktur Eksekutif Greenpeace Inggris, ia bekerja bersama pebisnis dan memberikan solusi pada masalah lingkungan.
Ia menjadi salah satu pionir teknologi Greenpeace bernama Greenfreeze yang kini menjadi standar industri pendinginan di seluruh dunia. Teknologi ini merupakan teknologi komersil pertama yang menggunakan bahan non kimia yang tak membahayakan lapisan oksigen.
Sauven juga bekerja untuk melindungi hutan tropis di seluruh dunia. Ia mengoordinasikan kampanye secara internasional untuk menyelamatkan sebagian besar wilayah Amazon dari kehancuran karena produsen kedelai. Sauven kemudian membentuk aliansi multinasional bersama perusahaan seperti McDonalds serta perusahaan asal Brasil terkait produksi makanan dan kedelai. Kampanye ini terbukti menjadi salah satu kampanye tersukses Greenpeace.
Salah satu obsesi Sauven adalah mengembangkan model bisnis baru untuk menyelamatkan hutan tropis Great Bear di Kanada. Penerimaan dari industri perkayuan serta pemerintah yang kini memberikan proteksi lebih banyak pada hutan serta standar sertifikasi yang bertanggung jawab tak lepas dari kerja keras Sauven.
Sayangnya pria yang berhasil mengembangkan solusi menyelamatkan sumber daya hutan dunia dan berperan penting mengembangkan teknologi untuk menyelamatkan lapisan ozon ini justru dicegah masuk ke Indonesia. Padahal kedatangan Sauven ke Indonesia merupakan salah satu upaya penting menyelamatkan deforestasi di hutan kita.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




