Perempuan Perokok Berisiko Menopause Dini

Selasa, 18 Oktober 2011 | 03:05 WIB
NP
B
Penulis: Novy Lumanauw/ Pudjatari | Editor: B1
Ilustrasi: Perempuan perokok tak hanya berisiko kanker dan penyakit jantung, tapi juga menopause dini.
Ilustrasi: Perempuan perokok tak hanya berisiko kanker dan penyakit jantung, tapi juga menopause dini. (pierpol/flickr)
Menopause dini meningkatkan risiko kematian.

Berhentinya produksi sel telur dari ovarium (menopause) kebanyakan dialami perempuan di usia 46-51 tahun. Namun dua penelitian menunjukkan, bahwa perempuan perokok rata-rata mengalami menopause di usia 43-50 tahun. Padahal menopause dini akan meningkatkan risiko osteoporosis dan penyakit jantung.

"Hasil penelitian ini memberi bukti tambahan bahwa merokok secara signifikan mempercepat datangnya menopause. Ini bisa jadi peringatan bagi para perempuan untuk meninggalkan kebiasaan buruknya itu," tandas Volodymyr Dvornyk, dari Universitas Hong Kong.

Dvornyk dan timnya juga menganalisa lima penelitian yang mendefenisikan usia 50-51 tahun, sebagai menopause dini dan menopause terlambat. Dari penelitian terhadap 43.000 perempuan tersebut, perempuan perokok 43 persen mengalami menopause dini dibandingakan yang tidak merokok.

Menopause yang terlalu cepat atau terlambat diketahui akan berdampak negatif bagi kesehatan. Perempuan yang terlambat menopause berisiko tinggi terkena kanker payudara karena penyakit ini berkaitan erat dengan paparan estrogen.

Risiko serupa dialami pula oleh perempuan yang mengalami menopause yang terlalu cepat. Mereka, kata para peneliti, berisiko terkena berbagai penyakit seperti osteoporosis, kardiovaskular, diabetes melitus, obesitas, penyakit Alzheimer, dan masih banyak lagi. "Secara umum menopause dini juga meningkatkan risiko kematian," imbuh Dvornyk.

Hal senada dikemukakan pula oleh Jannie Kline, dari Columbia University mailman School of Public Health, AS. Ia berpendapat ada dua penjelasan mengapa kebiasaan merokok mempercepat menopause.

Pertama, merokok berpengaruh pada cara tubuh membuat atau menyingkirkan estrogen. Kedua, teori lain menyebutkan bahwa kandungan zat kimia di dalam rokok akan menyebabkan sel-sel telur mati.

Sayangnya dalam penelitian Dvornyk tidak disebutkan informasi mengenai berapa lama perempuan-perempuan yang dijadikan sampel itu menjadi perokok, dan tidak disebutkan pula berapa banyak rokok yang dihisapnya setiap hari.

Beranjak dari kenyataan itulah perlu dilakukan riset lanjutan untuk mengetahui kaitan yang jelas antara merokok dan menopause.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon