Pengamat: Demokrat Curi Start Kampanye Lewat Konvensi

Kamis, 19 September 2013 | 15:18 WIB
CP
FB
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: FMB
Para peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat (kiri kanan) Ali Masykur Musa, Marzuki Alie, Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo, Irman Gusman, Hayono Isman, dan Anies Baswedan dalam perkenalan dengan para Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) se-Indonesia Jakarta, Minggu (15/9). Dalam kesempatan tersebut para peserta konvensi menyampaikan visi dan misinya sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.
Para peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat (kiri kanan) Ali Masykur Musa, Marzuki Alie, Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo, Irman Gusman, Hayono Isman, dan Anies Baswedan dalam perkenalan dengan para Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) se-Indonesia Jakarta, Minggu (15/9). Dalam kesempatan tersebut para peserta konvensi menyampaikan visi dan misinya sebagai calon presiden dari Partai Demokrat. (Antara/Rosa Panggabean)

Jakarta – Konvensi Demokrat dianggap sebagai salah satu bentuk kampanye terselubung menjelang Pemilu 2014, karena mendapat banyak "publikasi" gratis.

"Konvensi Demokrat sepertinya memang sengaja dirancang sebagai strategi untuk mencuri start kampanye. Dengan konvensi, maka Demokrat bisa ‘kampanye’ tiap hari," kata peneliti senior Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo di Jakarta, Kamis (19/9).

Akan tetapi, menurutnya, konvensi juga digunakan untuk mengalihkan isu-isu negatif yang mendera PD. "Kita semua tahu bahwa banyak skandal korupsi yang melibatkan beberapa kader Demokrat," sindir Karyono.

Tudingan publikasi gratis tampaknya memang sulit dipungkiri. Selama delapan bulan, publik sudah pasti bakal dicekoki pemberitaan yang menyangkut konvensi.

"Konvensi sengaja mengundang tokoh di luar Demokrat. Kalau konvensi ini dibuka hanya untuk internal maka medianya pasti tidak semeriah sekarang. Ini yang dimanfaatkan betul oleh Demokrat," kata Koordinator Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin.

Said menambahkan, konvensi hanyalah rekayasa untuk membangun citra. "Konvensi itu kamuflase demokrasi sensasi saja," tegas Said.

Senada dengan Karyono, Said berpendapat, PD terkesan ingin melakukan pengalihan isu. "Citra koruptif partai dipudarkan lewat konvensi. Riuh gemuruh dari konvensi ini akan membuat publik antusias, dibanding mengingat Demokrat sebagai partai korupsi," ujar Said.

Anggota Dewan Pembina (Wanbin) PD Amir Syamsuddin tak menampik bahwa konvensi merupakan ajang publikasi gratis. Dengan konvensi, menurut Amir, PD tidak perlu memasang iklan di media massa. "Konvensi ini menarik, tidak harus membayar iklan, kami sudah berhemat ini suatu langkah menarik," kata Amir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon