Dituduh Membunuh, Pistorius Sewa Tim Forensik dari AS
Rabu, 2 Oktober 2013 | 15:07 WIB
Johannesburg – Atlet lari Paralimpiade asal Afrika Selatan Oscar Pistorius menyewa tim ahli forensik dari Amerika Serikat untuk membantunya mematahkan tuduhan jaksa penuntut umum terkait tuduhan pembunuhan yang ia terima.
Hal itu disampaikan jurubicara Pistorius, Anneliese Burgess di Johannesburg, Afsel, Rabu (2/10).
Namun, Burgess enggan menyebutkan identitas para anggota tim forensik asal AS yang disewa Pistorius itu. Tetapi ia mengaku, tim tersebut sudah berada di Afsel dan telah bertemu tim kuasa hukum Pistorius.
Atlet yang terkenal dengan sebutan pelari sabit (Blade Runner) karena kaki palsu dari bahan karbon berbentuk sabit yang ia pakai untuk pengganti kakinya yang diamputasi itu akan dibawa ke pengadilan di Afsel.
Ia dijerat dengan tuduhan membunuh pacarnya, Reeva Steenkamp, yang seorang model dan sarjana hukum, di rumah mewah Pistorius pada hari Valentine lalu.
Jaksa penuntut umum sudah memiliki daftar 107 saksi yang akan dihadirkan di persidangan melawan Pistorius pada Maret 2014.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pistorius yang sempat ditahan, dibebaskan dengan jaminan uang sebesar US$ 113.000 (atau sekitar Rp 1 miliar). Pihak pengacaranya berhasil meyakinkan hakim bahwa terdakwa ini terlalu terkenal untuk bisa kabur.
Hakim Desmond Nair menetapkan uang jaminan US$113.000 (Rp1 miliar) dan menunda persidangan sampai 4 Juni mendatang. Pistorius akan dilepas kalau pengadilan menerima paling tidak sepersepuluh dari jaminan itu dalam bentuk tunai.
Di bawah ketentuan hakim, Pistorius (26) juga harus menyerahkan senjata api miliknya dan juga dua paspor Afrika Selatan, tidak tinggal di rumah atau bertemu para saksi, wajib lapor ke polisi dua kali
Jaksa mendakwa Pistorius dengan pembunuhan berencana setelah melepas empat tembakan ke pintu toilet yang terkunci dan menewaskan Steenkamp (29) yang berada di balik pintu.
Pistorius berdalih penembahan itu adalah sebuah kesalahan yang tragis, karena dia mengira Steenkamp adalah seorang penyusup - hal yang tak aneh di Afsel yang sarat tindak kriminal - dan dalam kepanikan dia menembak.
Meski menerima jaminan, Hakim Nair tetap mengungkapkan beberapa hal yang membuatnya ragu dengan pembelaan Pistorius.
"Saya mengalami kesulitan untuk menerima mengapa tertuduh tidak mencoba memastikan dulu siapa sebenarnya yang ada di toilet. Saya juga mengalami kesulitan untuk menerima kenapa korban tidak berteriak menjawab dari toilet?" kata Nair.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




