BigTV Akan Perbanyak Saluran High-Definition

Selasa, 26 November 2013 | 15:08 WIB
SA
FH
Penulis: Shesar Andriawan | Editor: FER
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Linda Amaliasari Gumelar (tengah) bersama Ki-ka: Direktur Utama Kompas TV Bimo Setyawan, Manajer klub Sepak Bola Belanda Ruud Gullit, Presiden Lippo Group Theo L Sambuaga, Duta Besar Jepang untuk indonesia Yoshinori Katori, COO Mitsui & Co (Asia PAcific) PTE Ltd Takashi Yamauchi, CEO Lippo Group James T Riady, CEO JCSat Shinji Takada, CEO BigTV Felix Ali Chendra saat peluncuran BIGTV di Jakarta, Senin (9/9). Lippo Group meluncurkan BIGTV, penyedia TV satelit berbayar dengan 132 saluran standar definition (SD) dan 16 saluran high definition (HD) yang disiarkan secara nasional.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Linda Amaliasari Gumelar (tengah) bersama Ki-ka: Direktur Utama Kompas TV Bimo Setyawan, Manajer klub Sepak Bola Belanda Ruud Gullit, Presiden Lippo Group Theo L Sambuaga, Duta Besar Jepang untuk indonesia Yoshinori Katori, COO Mitsui & Co (Asia PAcific) PTE Ltd Takashi Yamauchi, CEO Lippo Group James T Riady, CEO JCSat Shinji Takada, CEO BigTV Felix Ali Chendra saat peluncuran BIGTV di Jakarta, Senin (9/9). Lippo Group meluncurkan BIGTV, penyedia TV satelit berbayar dengan 132 saluran standar definition (SD) dan 16 saluran high definition (HD) yang disiarkan secara nasional. (BeritaSatu.com)

Jakarta - Televisi satelit berbayar, BigTV, gencar mempromosikan diri sebagai TV berbayar dengan jumlah saluran high-definition (HD) terbanyak. Saat ini BigTV sudah memiliki 24 saluran HD dan akan terus bertambah setiap tahunnya.

"Kenapa HD? Itu karena sekarang ini saja penjualan TV LED (light emitting diode) sudah melebihi TV tabung. Itu yang kami tawarkan. Soalnya nanti nggak enak kalau TV-nya sudah HD tapi channel-nya belum," kata Acting Chief Operating Officer BigTV, Henry Riady di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (26/11).

Laporan lembaga riset GfK pada Agustus lalu memprediksi bahwa TV tabung dan LCD akan segera punah dalam waktu dekat. Berdasarkan catatan Electronic Marketers Club (EMC), penjualan TV tabung pada semester I 2013 menurun 11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. EMC sendiri memperkirakan dalam dua tahun ke depan, populasi TV tabung sudah akan dinyatakan punah.

BigTV, kata Henry, menjamin jumlah saluran HD-nya pada tahun depan akan bertambah. Secara total, saat ini BigTV memiliki 153 saluran dengan 24 saluran HD.

"Hitung saja, saat ini dari 12 transponder baru delapan yang dipakai, masih ada empat lagi. Secara teknis, satu transponder itu bisa diisi sembilan channel HD. Jadi sampai akhir tahun depan, bisa nambah 36 channel HD lagi," ucap Henry.

Menyelaraskan dengan tren itu, saat ini BigTV sedang gencar melakukan bundling dengan produk TV LED berbagai merek, seperti Sony, Samsung, dan Toshiba. Sebagai jalur distribusinya, BigTV menggandeng Hypermart yang masih tergolong satu saudara di bawah naungan Lippo Grup.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon