Prospek Apartemen di Bekasi Terus Bertumbuh
Senin, 10 Maret 2014 | 13:06 WIB
Jakarta - Tingkat permintaan apartemen di kawasan Bekasi diprediksi terus bertambah seiring dengan pertumbuhan kawasan Bekasi sebagai pusat industri. Permintaan datang dari kalangan pekerja domestik maupun pekerja asing yang bekerja di kawasan industri.
Pengembang seperti Lippo Cikarang bahkan terus membangun apartemen untuk kalangan ekspatriat. Salah satunya adalah proyek properti The Suites Tower-Trivium Terrace Apartments.
Proyek ini membidik segmen ekspatriat di kawasan Cikarang, Bekasi. Proyek yang diluncurkan pada 22 Februari 2014 itu, menawarkan 304 unit apartemen dengan harga berkisar Rp 418 juta hingga Rp 1,9 miliar per unit.
"Kami yakin di tengah kondisi pasar yang kompetitif saat ini, permintaan terhadap produk apartemen cukup menjanjikan, khususnya pasar ekspatriat yang mendominasi investasi di Kawasan Cikarang dan sepanjang Koridor di belahan timur Jakarta," ujar Residensial, Sales and Marketing Division Head PT Lippo Cikarang Tbk Gita Irmasari, beberapa waktu lalu.
Kehadiran The Suites Tower-Trivium Terrace Apartments melengkapi dua menara yang telah hadir terlebih dahulu. Lippo Cikarang berhasil menghadirkan North Tower sejumlah 342 unit yang diluncurkan November 2012 dan South Tower sejumlah 422 unit pada Februari 2013.
Lippo Cikarang sebagai pengembang perkotaan (urban development) berbasis ekonomi-industri mengembangkan proyek seluas 3.000 hektare. Khusus untuk The Suites Tower berada di area seluas 20.601 m2.
Para pengembang properti yang berkiprah di kawasan itu juga agresif membangun hunian, mulai dari hunian tapak hingga hunian vertikal. Konsep yang dikembangkan para pengembang seperti Jababeka dan Lippo Cikarang, maupun Summarecon, mewujudkan kota mandiri yang terintegrasi.
Kini, para pengembang properti mengemas kawasan industri terintegrasi dengan sejumlah fasilitas penunjang sehingga menjadi sebuah kota mandiri. Kawasan industri bukan semata bangunan pabrik dan infrastruktur penunjang seperti fasilitas air bersih, jalan, listrik, dan pelabuhan, melainkan ditopang oleh residensial dan komersial. Konsep kota mandiri mendekatkan para penghuni dengan pusat kegiatan ekonomi dan bisnis.
"Tren pengembangan seperti itu kian terasa sejak tiga tahun terakhir," ujar Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto.
Dia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan para pengembang properti untuk mendapatkan harga yang maksimal. Bila sekadar mengandalkan penjualan lahan bagi kawasan industri, marjin yang didapat pengembang tidak sebesar jika terlebih dahulu dijadikan residensial. Sejumlah pengembang sudah lama melakukan hal itu, tambahnya, seperti Lippo Cikarang, Jababeka, dan Sinar Mas Land.
"Penjualan produk residensial yang dibangun di kawasan industri pun sudah memiliki pasar yang jelas, sehingga praktis mudah terjual," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




