Tiga Lagi Teroris Jaringan Abu Umar Ditangkap
Senin, 14 November 2011 | 15:24 WIB
Kelompok Abu Umar disebut polisi berencana menyerang kantor-kantor polisi berdasarkan dokumen yang telah disita.
Setelah membekuk empat orang pelaku di kawasan Tanggerang Sabtu lalu, Detasemen 88/Antidensus Mabes Polri menangkap lagi tiga orang terduga teroris jaringan Abu Umar dalam operasi di kawasan Bekasi dan Jakarta Timur, hari Minggu lalu.
Polisi masih mendalami rencana aksi mereka.
"Tiga yang ditangkap adalah D alias M (50), tukang sayur di Duren Sawit Jaktim, S penjual nasi goreng di Jatirahayu, Bekasi, dan seorang lagi," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, hari ini.
Empat orang yang ditangkap sebelumnya adalah DAP (34), BH alias D (35), A alias A (31), dan S.
Satu di antaranya terpaksa ditembak lantaran melawan petugas dengan membawa senapan M 16.
Juru bicara polisi, Kombes Pol Boy Rafly Amar, membenarkan jika jaringan yang ditangkap terkait dengan Abu Umar yang telah ditangkap paska terbongkarnya penyelundupan senjata yang dilakukannya dari Mindanao, Filipina Selatan.
"Sejauh ini Densus 88 telah menyita 4 pucuk senjata. Yakni dua M 16, satu jungle, dan satu FN serta ratusan peluru. Tujuh tersangka ini masih dilakukan pemeriksaan dan pengembangannya masih berjalan. Kita masih mengejar beberapa pucuk senpi yg diduga ditempatkan di kawasan Depok," kata Boy.
Perwira menengah itu juga membenarkan jika kelompok Abu Umar berencana menyerang kantor-kantor polisi berdasarkan dokumen yang telah disita.
Tapi belum ada indikasi mereka akan mengacaukan Sea Games ataupun KTT Asean di Bali.
Muhammad Ichwan (41) alias Zulfikar alias Abdullah alias Abu Umar alias Indra Kusuma alias Andi Yunus alias Nico Salman dibekuk di Perumahan Griya Waringin, Bogor, pada Senin 4 Juli 2011.
Dia adalah pentolan Negara Islam Indonesia (NII) yang sudah jadi buron karena terkait kasus pembacokan Menteri Pertahanan di era Gus Dur, Matori Abdul Jalil.
Dia juga mempunyai plot menyerang Kedubes Singapura di Jakarta.
Abu Umar saat itu ditangkap bersama dengan senjata jenis SNW dan 50 butir peluru. Polisi saat itu juga menangkap 10 anak buah Abu Umar yang mempunyai plot menyerang polisi.
Setelah membekuk empat orang pelaku di kawasan Tanggerang Sabtu lalu, Detasemen 88/Antidensus Mabes Polri menangkap lagi tiga orang terduga teroris jaringan Abu Umar dalam operasi di kawasan Bekasi dan Jakarta Timur, hari Minggu lalu.
Polisi masih mendalami rencana aksi mereka.
"Tiga yang ditangkap adalah D alias M (50), tukang sayur di Duren Sawit Jaktim, S penjual nasi goreng di Jatirahayu, Bekasi, dan seorang lagi," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, hari ini.
Empat orang yang ditangkap sebelumnya adalah DAP (34), BH alias D (35), A alias A (31), dan S.
Satu di antaranya terpaksa ditembak lantaran melawan petugas dengan membawa senapan M 16.
Juru bicara polisi, Kombes Pol Boy Rafly Amar, membenarkan jika jaringan yang ditangkap terkait dengan Abu Umar yang telah ditangkap paska terbongkarnya penyelundupan senjata yang dilakukannya dari Mindanao, Filipina Selatan.
"Sejauh ini Densus 88 telah menyita 4 pucuk senjata. Yakni dua M 16, satu jungle, dan satu FN serta ratusan peluru. Tujuh tersangka ini masih dilakukan pemeriksaan dan pengembangannya masih berjalan. Kita masih mengejar beberapa pucuk senpi yg diduga ditempatkan di kawasan Depok," kata Boy.
Perwira menengah itu juga membenarkan jika kelompok Abu Umar berencana menyerang kantor-kantor polisi berdasarkan dokumen yang telah disita.
Tapi belum ada indikasi mereka akan mengacaukan Sea Games ataupun KTT Asean di Bali.
Muhammad Ichwan (41) alias Zulfikar alias Abdullah alias Abu Umar alias Indra Kusuma alias Andi Yunus alias Nico Salman dibekuk di Perumahan Griya Waringin, Bogor, pada Senin 4 Juli 2011.
Dia adalah pentolan Negara Islam Indonesia (NII) yang sudah jadi buron karena terkait kasus pembacokan Menteri Pertahanan di era Gus Dur, Matori Abdul Jalil.
Dia juga mempunyai plot menyerang Kedubes Singapura di Jakarta.
Abu Umar saat itu ditangkap bersama dengan senjata jenis SNW dan 50 butir peluru. Polisi saat itu juga menangkap 10 anak buah Abu Umar yang mempunyai plot menyerang polisi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




