80% Permasalahan TKI Ada di Dalam Negeri

Rabu, 19 Maret 2014 | 16:59 WIB
SH
B
Penulis: Siprianus Edi Hardum | Editor: B1
Gatot Abdullah Mansyur
Gatot Abdullah Mansyur (Istimewa)

Jakarta - Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri terutama pekerja rumah tangga (PRT) sebagian besarnya karena permasalahan sebelum pemberangkatan. Kalau manusia yang dikirim ke luar negeri bermutu dan sehat pasti nihil permasalahan.

Pernyataan di atas dikatakan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) yang baru, Gatot Abdullah Mansyur, dalam sambutannya dalam acara pisah-sambut dengan mantan Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat di Jakarta, Rabu (19/3).

Acara lepas-sambut ini dilaksanakan setelah Gatot dilantik sebagai Kepala BNP2TKI oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

Gatot mengatakan, 80% permasalahan yang dialami TKI di luar negeri terjadi karena persiapan di dalam negeri belum optimal. "Penyebabnya di negara penempatan hanya 20%," kata dia.

Gatot tidaklah berlebihan. Betapa tidak, banyak calon TKI ketika sampai di negara penempatan ketika dicek kesehatan mereka ternyata sudah mengidap penyakit hepatitis, TBC, bahkan HIV/AIDS.

Selain itu, banyak calon TKI yang dikirim masih di bawah umur yakni di bawah 18 tahun. Selain itu banyak calon TKI sama sekali tidak mempunyai kemampuan seperti kemampuan bahasa seperti bahasa Inggris dan bahasa negara penempatan. Bahkan ada calon TKI yang dikirim terindikasi sakit jiwa.

Oleh karena itu, Gatot meminta semua pihak terutama jajaran BNP2TKI untuk mendukungnya sebagai Kepala instansi. "Saya akan terus lanjutkan program Pak Jumhur. Tetapi kalau saya kerja sendirian, saya tidak bisa," kata Gatot.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon